Yang Penting Heppiii. Semenit setelah memasuki gerbang Pasar Mumbrung di Dusun Randugosong, Desa Banggi, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, kamu pasti langsung merasa seolah berada di zaman dulu. Itu karena, segala pernak-pernik dan aneka menu yang dijajakan di pasar tradisional tersebut memang serba jadul.

Pasar Mumbrung di Dusun Randugosong

Source: Googlemap

Nggak sebatas itu, para pedagang yang berjualan pun juga mengenakan baju dan aksesoris khas Jawa seperti baju lurik dan kebaya. Suasana wisata kuliner Jawa tempo dulu semakin terasa, ketika tabuhan gendhing dan gamelan mengalun di area pasar. Tulisan yang terpampang di papan informasi hingga sudut-sudut pasar pun, memakai bahasa krama inggil.

Di pintu masuk pasar yang berada di rimbunan pohon jati tersebut, pengunjung disambut gapura yang terbuat dari bambu dan terpampang tulisan “Reno Panganan” atau daftar menu. Di antaranya gethuk, cucur, embang, klepon, tiwul, cenil dumbek, dawet, legen, wedang semut, iwel-iwel, sega jagung. Tidak ketinggalan pula “Kotak Wadul” atau kotak saran, lapak-lapak dari bambu dengan atap rumbia, serta panggung utama untuk berbagai pagelaran seni atau acara desa.

Pasar Mumbrung di Dusun Randugosong

Source: Googlemap

Uniknya, bukan mata uang pada umumnya yang dipakai untuk bertransaksi di pasar berkonsep Jawa Kuno tersebut, pembeli diwajibkan menukarkan uang dengan koin berbahan kayu di lapak khusus penukaran uang yang disediakan petugas sebagai alat transaksi, barulah mereka bebas membeli berbagai ragam kuliner yang dijajakan.

Pasar Mumbrung di Dusun Randugosong

Source: posjateng.id

Keberadaan pasar di antara rimbunan pohon jati, kian menambah kesan asri dan alami. Pengunjung semakin betah berkeliling pasar, membeli jajanan kemudian menyantapnya di atas bangku bambu sembari melihat aktivitas pasar di tengah permukiman pedesaan tersebut.

Buka mulai pukul 15.00 sampai 21.00, pasar Mumbrung ini nggak pernah sepi pembeli. Banyak wisatawan maupun warga lokal yang penasaran dengan jajanan khasnya.

Pasar Mumbrung di Dusun Randugosong

Source: posjateng.id

Sementara itu, Ketua Panitia Kirab Pasar Mbrumbung, Sarjani menjelaskan wisata kuliner dengan konsep pasar tradisional zaman dahulu itu merupakan ide dari para pemuda Karang Taruna Desa Banggi. Mereka ingin memberdayakan masyarakat dengan mengangkat potensi lokal dan menonjolkan kearifan lokal. Para pedagang yang berjualan di Pasar Mbrumbung adalah warga setempat. Semua makanan yang dijual bahannya dari desa ini. Sampai saat ini semua sumber dana dari masyarakat untuk masyarakat, dan ini adalah bentuk pemberdayaan masyarakat. (YPH/HL)