Yang Penting Heppiii. Blue Lake atau Rotomairewhenua yang berarti “danau tanah yang damai,” adalah danau paling bening yang mungkin pernah kamu lihat. Nggak berlebihan, danau ini tercatat sebagai pemegang rekor dunia untuk danau air tawar paling jernih di dunia. Terletak di Taman Nasional Danau Nelson yang indah di Selandia Baru, Blue Lake punya visibilitas terekam hingga 80 meter, yang mana lebih dari 260 kaki. Itu membuatnya sejelas air suling.

Tapi meskipun sangat jernih dan pasti nggak tahan untuk cepet-cepet menceburkan diri, sayangnya kamu nggak bisa berenang di sana. Yuk cari tahu kenapa nggak bisa berenang di perairan yang indah ini.
Pertama, suhu Blue Lake selalu dingin, berkisar antara 5 dan 8 ° C. Selain itu, perairan jernih ini dianggap oleh suku setempat, Māori iwi sebagai tempat keramat. Dahulu kala, danau itu secara tradisional digunakan dalam upacara kesukuan untuk membersihkan tulang dan melepaskan arwah orang mati, sehingga mereka bisa memulai perjalanan mereka ke Hawaiki. Suku Iwi menganggap perairannya sakral.

Karena itu, manusia nggak diizinkan memasuki danau. Ini keren sih, karena pada dasarnya kita menghancurkan hampir semua yang kita sentuh, ya nggak? Meskipun kamu nggak bisa memasuki danau, ada gubuk-gubuk di dekatnya dan sekitar 700 orang tinggal di sana per tahun.
Blue Lake dicirikan oleh rona biru-ungu yang hanya terlihat di perairan alami yang paling jelas. Kejernihan danau ini sering dipantau untuk memastikan apakah ada perubahan. Danau itu adalah sumber mata air dari Danau Constance, tetapi air melewati puing-puing yang membentuk bendungan di antara kedua danau.

Ahli hidrologi Rob Merrilees menyadari potensi Blue Lake secara optik luar biasa. Dia mengenalinya mirip dengan Danau Te Waikoropupu, di Selandia Baru juga. Baru pada kunjungan di tahun 2009 mereka menyadari bahwa visibilitas Blue Lake benar-benar melebihi Te Waikoropupu. Setelah menguji air, dipastikan menjadi pemegang rekor baru.

Untuk bisa mencapai danau ini, butuh pendakian selama dua hari dari batas taman. Kamu juga bisa mendapatkan tampilan udara. Ada penerbangan wisata yang tersedia dengan Helikopter Reid.
Departemen Konservasi Selandia Baru meminta pengunjung untuk menghormati perairan dengan nggak mandi, atau mencuci pakaian dan piring mereka di danau. Taman di mana danau itu berada adalah rumah bagi Proyek Pemulihan Alam Rotoiti, yang bertujuan untuk menghidupkan kembali populasi kiwi, bersama dengan burung dan kadal asli lainnya. Beruntung, para pengunjung mematuhi aturan, sehingga kejernihannya selalu terjaga.

Kalau lagi main ke Selandia Baru, udah pasti kamu harus mampir ke Blue Lake, dijamin nggak nyesel. (YPH/HL)