Jenuh. Muak. Hidup hanya dihabiskan untuk bekerja. Itulah yang banyak dirasakan kaum muda di kota-kota besar dunia. Tak terkecuali anak muda di negeri Matahari Terbit. Kota besar dengan gedung-gedung pencakar langit dan segala pesonanya ternyata telah kehilangan daya tariknya.
Saat ini, kaum muda di Jepang sudah mulai tertarik kembali ke desa. Mereka yang kebanyakan karyawan kontrak di kota besar mulai mencoba hidup di desa. Mereka ingin kembali merasakan sentuhan kemanusiaan yang tergerus cepatnya ritme kehidupan perkotaan.
Bertani bukanlah hal yang asing di Jepang. Menjadi petani merupakan profesi tradisional warga Jepang secara turun temurun. Di sana rata-rata usia petani 68,5 tahun. Dan salah satu daerah yang menawarkan program menjadi petani akhir pekan untuk kaum muda adalah prefektur Nagano. Mereka memperoleh pelatihan tentang pertanian dan prakteknya. Di sini sangat terkenal dengan ladang stroberi, mentimun, dan padi.
Menjadi petani dan hidup di desa membuat mereka menjadi "manusia" dan memuaskan batinnya. Akankah trend ini juga akan sampai di sini? Kita tunggu saja.