Satu Muharram biasa disebut juga dengan satu suro, hari pertama dalam kalender Jawa. Nah, istilah malam satu suro ini kental banget sama cerita horror. Mungkin karena dulu ada film Suzanna yang judulnya Malam 1 Suro. Malam Satu Suro sendiri dianggap malam yang sakral bagi sebagian masyarakat Jawa. Beberapa kota di Jawa bahkan kental dengan tradisi dan perayaan untuk memperingati malam satu suro.

Yogyakarta

Keraton Yogyakarta, perayaan malam satu Suro dilakukan dengan kirab mengelilingi benteng. Tradisi ini dikenal dengan nama Mubeng Benteng. Rombongan iring-iringan biasanya akan membawa benda pusaka sembari mengelilingi benteng keraton. Sambil mengelilingi, iring-iringan juga akan melakukan tapa bisu atau tidak berbicara sepatah kata apapun.

Solo

Malam satu suro di Keraton Surakarta, Solo hampir sama seperti di Jogja, yang membedakan yaitu adanya kerbau dalam kirabnya. Bukan sembarang kerbau, kerbaunya itu kerbau bule atau kebo bule. yang dipercaya merupakan keturunan Kiai Slamet.

Semarang

Masyarakat Semarang biasanya akan melaksanakan tradisi kungkum atau berendam. Tempat berendam biasanya dilakukan di Tugu Soeharto, yang berada di Kampung Bendan Nduwur, Kecamatan Gajahmungkur, Semarang.

Malang

Di Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, malam satu Suro biasanya dimeriahkan dengan kirab mengelilingi desa di kawasan Gunung Kawi. Rombongan kirab akan menggunakan pakaian adat Jawa sembari membawa gunungan yang akan diperebutkan warga yang menyaksikan.

Selain itu, rombongan juga akan membawa sangkala atau patung raksasa yang melambangkan sifat jahat. Patung ini kemudian dibakar saat puncak perayaan, sebagai bentuk harapan agar masyarakat terhindar dari sifat tamak dan jahat.