Yang Penting Heppiii. Ada yang menarik di sudut kota Situbondo, Jawa Timur, namanya Kampung Blekok. Salah satu kawasan alam berbasis konservasi yang ada di Dusun Pesisir, Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo yang sudah ada sejak tahun 2017 ini telah ditetapkan sebagai kawasan bakau yang dihuni oleh burung air jenis Ardidae. Masyarakat sekitar biasa menyebutnya burung Blekok.
Source: kompas.com
Pukul 05.00 pagi atau 17.00 di sore hari adalah waktu yang pas buat kamu untuk bisa menyaksikan pemandangan burung Blekok di sekitar hutan mangrove. Melalui jembatan kayu dan menara pandang, burung yang didominasi warna putih terbang dan hinggap di hutan mangrove di sepanjang pantai ini dijamin akan memanjakan mata. Dan jelas bukan pengalaman yang setiap hari kamu lihat di kota.
Source: kompas.com
Luas hutan mangrove Kampung Blekok yang mencapai 6,3 hektar dengan kurang lebih 12.600 pohon mangrove jadi alasan kuat burung air betah tinggal di sana. Mangrove adalah tempat bersarang burung air, ditambah lagi masyarakat dusun pesisir membuat kandang sapi tepat di sisi hutan mangrove. Ada sekitar 60 sapi disana sehingga ada simbiosis mutualisme di sini.
Source: kompas.com
Nggak tanggung-tanggung, berdasarkan penelitian, di Kampung Blekok, ada 10 jenis mangrove tegakan. Yaitu Soneratia Alba, Rhizophora Mucronata, Rhizophora Stylosa, Rhizophora Apiculata, Avicennia Alba, Avicennia Marina, Acanthus Ilicifoius, excoecaria Agallocha, dan Hibiscus Tiliaceus.
Source: kompas.com
Sedangkan burung air yang ditemukan di Kampung Blekok ada 11 jenis burung yaitu Cangak Merah, Kuntul Besar, Kuntul Kecil, Kuntul Kerbau, Kowak Malam Abu, Blekok Sawah, Kokokan Laut, Kareo Padi, Gajahan Pengala, Trinil Pantai dan Cerek Jawa.
Dari 11 jenis burung yang ditemukan, 3 jenis burung masuk kategori dilindungi yaitu Burung Kuntul Kecil (Egretta garzetta), Kuntul Kerbau (Bubulcus ibis), Gajahan Pengala (Numenius phaeopus).
Source: kompas.com
Nggak cuma melihat ratusan burung air, banyak aktivitas yang bisa kamu lakukan di Desa Blekok. Ikut menanam mangrove atau menyusuri hutan mangrove menggunakan perahu milik warga sekitar bisa jadi kegiatan yang cukup menarik. Namun yang nggak kalah menarik adalah kamu bisa berjalan kaki di gang-gang kecil dan melihat aktivitas masyarakat sekitar yang mayoritas bekerja sebagai nelayan dan pengrajin souvenir berbahan kayu dan kerang. Mereka melakukan aktivitas pembuatan kerajinan tersebut di depan rumah mereka.

Source: konfrontasi.com
Puas menjelajah Kampung Blekok, banyak tempat wisata di Situbondo yang bisa kamu explore, diantaranya: Taman Nasional Baluran, Pantai Pasir Putih, Air Terjun Talempong, Arung Jeram Samir Situbondo dan masih banyak lagi. Kuy ke Situbondo! (YPH/HL)