Yang Penting Heppiii. Adanya film yang menceritakan atau berhubungan dengan luar angkasa sedikit banyak ikut mempengaruhi pemikiran kita tentang apa yang ada di luar angkasa. Sebagai penonton, kadang kita juga langsung terpesona dengan informasi secara langsung tanpa mencari tahu kebenarannya terlebih dahulu. Dari situ, tanpa kita sadari juga memunculkan banyak mitos-mitos yang ternyata kurang benar. Berikut ini 9 mitos mengenai luar angkasa yang harus dihilangkan dari rasa penasaran kamu.
Tembok Besar China Terlihat Dari Luar Angkasa
Faktanya, nggak ada struktur bangunan manapun yang terlihat dari luar angkasa, apalagi tembok besar Cina.

Source: turez.id
Bulan Mengorbit Bumi Dalam Satu Hari
Sebenarnya satelit bumi ini butuh waktu 27 hari untuk mengorbit bumi. Inilah yang menyebabkan bentuk bulan setiap hari kelihatan beda.

Source: pixabay.com
Bulan Sebagian Tampak Gelap
Kalau dilihat dari bumi, memang benar. Kita hanya bisa melihat 59% permukaan bulan. Tapi ini tak berarti kita tak bisa melihatnya dari matahari.

Source: pixabay.com
Matahari Berwarna Kuning
Sekilas, matahari berwarna kuning. Bahkan, ilustrasi matahari juga digambarkan berwana kuning. Sebenarnya warna matahari bukanlah kuning, melainkan putih!

Source: pixabay.com
Merkurius Planet Paling Panas
Kamu pasti beranggapan kalau Merkurius adalah planet paling panas karena jaraknya paling dekat dengan matahari. Ehmmm. Bukan soal deket atau jauh, justru atmosfer lebih berpengaruh dibanding jarak. Oleh karena itu, Venus adalah planet yang paling panas, suhunya berkisar -180 derajat Celsius sampai 430 derajat Celsius.

Source: pixabay.com
Batu Meteor Terbakar Panas
Karena jatuh dengan sangat cepat, batu meteor nggak mungkin sangat panas saat mengenai atmosfer.

Source: pixabay.com
Benturan Objek Menghasilkan Suara
Suara itu nggak bisa merambat tanpa udara, artinya, kalau tanpa udara, benturan di luar angkasa nggak akan menghasilkan suara.

Source: pixabay.com
Nggak Ada Gravitasi di Antariksa
Mitos yang sangat populer adalah adalah, antariksa tidak punya gravitasi. Faktanya, gravitasi di luar angkasa tetap ada. Inilah yang membuat objek bergerak di orbit. Astronot di luar angkasa terlihat melayang karena mereka secara konstan jatuh.

Source: pixabay.com
Astronot Bisa meledak di Luar Angkasa
Astronot memang bisa mati tapi bukan karena nggak pake baju khusus, melainkan karena di luar angkasa nggak ada oksigen untuk pernapasan. Jadi, seorang bisa mati lemas dan membengkak, tapi nggak meledak karena kulit manusia cukup kuat untuk menahan ledakan.

Source: pinterest.com
(YPH/HL)