Sebelum keberadaan ponsel pintar menjamur seperti saat ini, warung telekomunikasi alias wartel sempat menjadi primadona bagi masyarakat Indonesia, terutama kisaran era 80-90an. Keberadaannya, tak ubahnya bak angin segar bagi siapapun yang ingin berkomunikasi dengan keluarga maupun kekasih, tapi terhalang oleh jarak.
Sayangnya, seiring berkembangnya teknologi komunikasi, eksistensi wartel perlahan-lahan menghilang. Kepraktisan yang ditawarkan oleh telepon genggam, membuat banyak orang tak tertarik lagi memanfaatkan keberadaan wartel.
Namun demikian, masih banyak loh kenangan yang tersimpan tentang wartel, seperti curhatan kenangan warganet dibawah ini yang masih melekat tentang kejadian diwartel.
Penasaran seperti apa? Yuk simak langsung curhatannya
- Untung gak di usir sama penjaga wartelnya karena kecium sedapnya aroma terapi

- Berarti cumi “Cuma missed call” sudah ada dari jaman di wartel yaa hehehe

- Mungkin jaman sekarang sudah tidak mengenal lagi kata poci

- Jangan-jangan bau ini dari anak tadi yang kecepirit hahaha

- Wartel penyelamat masa kecil dari gangguan orang gila
