Yang Penting Heppiii. Inovasi di bidang teknologi emang nggak pernah ada habisnya ya. Kali ini ada di bidang medis, tepatnya kesehatan hewan. Baru-baru ini ditemukan cetak 3D untuk seekor buaya. Wow, gokil banget nih. Selama bertahun-tahun makhluk reptil bernama Mr. Stubbs, hidup tanpa ekornya setelah mengalami cedera saat diangkut secara ilegal oleh sekelompok pedagang hewan. Buaya itu harus belajar hidup di darat saat ia berjuang untuk bisa tetap tegak di dalam air.

Ekor Palsu Cetak 3D Untuk Buaya

 

Namun, sejak ditemukan dan diangkut ke Phoenix Herpetological Society pada tahun 2013, Mr. Stubbs telah diberi kesempatan hidup baru berkat ekor prostetik 3D cetak yang telah berhasil melekat di punggungnya.

Ekor Palsu Cetak 3D Untuk Buaya

 

Ketika ia pertama kali datang ke fasilitas itu, si buaya, yang berusia sembilan tahun pada saat itu, menjadi yang pertama di dunia yang dipasangi ekor prostetik yang terbuat dari lateks dan silikon. Menggunakan pemindai 3D Artec, mereka mampu menghitung dimensi buaya dan membuat hitungan yang tepat untuk ukuran tubuh, berat, dan daya apungnya.

Ekor Palsu Cetak 3D Untuk Buaya

 

Hebatnya, dengan teknologi 3D, para ahli benar-benar dapat menyesuaikan atau mengantisipasi pertumbuhan badan buaya itu sendiri. Untungnya, Stubbs benar-benar mengagumi ekor barunya dan telah beradaptasi dengan baik. Ia bahkan menggunakannya untuk membuntuti seorang sukarelawan di fasilitas itu. Sekarang, buaya itu nggak hanya mampu berjalan di darat, ia juga mahir berenang di dalam air.

Mr. Stubb lagi belajar berenang dengan ekornya yang baru.

Prestasi yang luar biasa loh ini, bukan hanya dalam bidang medis untuk hewan, tapi juga manusia. Ini adalah harapan baru buat masa depan prostetik. Kalau buaya aja bisa punya ekor palsu hanya dengan cetak 3D, manusia juga pasti banyak terbantu dong dengan teknologi serupa. Hepi banget ngelihatnya. Kereeennn... (YPH/HL)

Source