Yang Penting Heppiii. Di ajang Asian Games 2018 lalu, ada salah satu cabang olahraga yang menarik perhatian, Elektronik Sports (eSports). Bahkan salah seorang atlet asal Indonesia, Ridel Yesaya Sumarandak, sukses menjuarai turnamen eksebisi Clash Royale untuk cabang olahraga ini.
Nah belakangan, olahraga ini kembali ramai diperbincangkan. Beredar isu bahwa olahraga ini akan dimasukkan dalam cabang olah raga resmi KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia). Tentu saja hal ini menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat.

Source: asiangames.antaranews.com
Sebagian setuju eSport menjadi salah satu cabang olahraga baru. Tapi nggak sedikit juga yang beranggapan bahwa aktivitasnya nggak lebih dari sekedar main game. Masih banyak yang beranggapan kalau olahraga itu ya harus berkeringat.
Meskipun nggak mengeluarkan keringat, eSport sudah memenuhi tiga komponen olahraga, di antaranya memiliki strategi, berpengaruh kepada kebugaran tubuh, serta menjaga koordinasi tubuh.
Sebenarnya olahraga otak sudah ada sejak dulu, yaitu cabang olahraga Brige atau Catur. Layaknya catur, eSports juga merupakan mind sport yang menuntut konsentrasi tinggi dan stamina prima. Dilihat dari sisi strategi, eSports merupakan cabang olahraga yang memiliki tingkat kesulitan yang kompleks dari sisi penyelesaiannya. Oleh karenanya, diperlukan pengelolaan sumber daya yang baik pada setiap atlet yang akan diturunkan.

Source: goodnewsfromindonesia.id
Nggak cuma itu, seorang atlet eSports juga dituntut punya kemampuan berpikir yang cepat dan tepat. Belum lagi harus bisa melakukan banyak hal dalam satu waktu, mulai dari mencetak skor, melihat gerak-gerik musuh, hingga mematikan pergerakan lawan.
Dan untuk mencapai itu semua, selain menjaga asupan gizi, seorang atlet eSport juga wajib menjaga kebugaran tubuhnya. Paling utama bisa dilakukan dengan latihan kardiovaskular, seperti jogging, renang atau HIT (High Intensity Training).
Gimana, untuk jadi atlet eSport nggak segampang kelihatannya kan. Tentu saja akan jadi kabar gembira untuk kalian yang suka ngegame, karena sekarang udah punya masa depan yang bisa diandalkan. Kebayang nggak, suatu saat bisa berlaga di kejuaraan dunia mewakili Indonesia, keren kan?
Jadi setuju nggak nih kalau eSports masuk dalam KONI? (YPH/HL)