Begitu bergengsinya turnamen Piala Dunia, sehingga setiap poin yang diterima bisa menjadi sangat berpengaruh terhadap lolosnya suatu tim ke babak berikutnya, mulai dari selisih gol hingga head to head pastinya bakalan menjadikan turnamen empat tahun sekali ini jadi begitu kompetitif.
Seperti yang terjadi pada grup H Piala Dunia tahun ini, yang meloloskan Kolombia dan Jepang ke babak 16 besar. Kasus lolosnya Jepang ke babak selanjutnya tergolong unik karena Shinji Kagawa dan kawan-kawan memiliki poin yang sama dengan Senegal. Kedua negara sama-sama mengoleksi 4 poin dengan selisih gol yang juga sama.
Tak hanya poin dan selisih gol yang sama, bahkan hingga head to head juga memiliki nilai yang sama. Dengan situasi seperti ini, FIFA pun akhirnya menggunakan perhitungan fair play points sebagai penentuan lolos ke babak selanjutnya. Hasilnya adalah Jepang lolos karena mengoleksi 4 kartu kuning, sementara Senegal “pulang kampung” setelah mengoleksi 6 kartu kuning.
Perhitungan untuk menentukan lolosnya sebuah tim menurut aturan resmi FIFA berjumlah 8, yaitu:
- Jumlah poin terbanyak
- Selisih gol
- Jumlah gol yang dicetak
- Poin yang diperoleh dalam pertandingan grup antar tim
- Selisih gol yang diperoleh dalam pertandingan grup antar tim
- Jumlah gol yang dicetak dalam pertandingan grup antar tim
- Fair play points
- Penentuan dengan undian
Dalam kasus seperti lolosnya Jepang, FIFA sendiri menggunakan perhitungan fair play points. Untuk perhitungannya adalah:
- Satu poin untuk kartu kuning
- Tiga poin untuk kartu kuning kedua yang berujung pada kartu merah
- Empat poin untuk kartu merah secara langsung
- Lima poin untuk satu kartu kuning dan kartu merah