Yang Penting Heppiii. Menjelang Hari Raya Idul Fitri, biasanya banyak sekali penukaran uang kertas cetakan baru, atau bahkan banyak dijajakan di pinggir jalan. Emang buat apa sih? Ternyata hal itu ada kaitannya dengan galak gampil. Untuk kamu yang nggak familiar dengan kata galak gampil, mungkin artinya sama dengan berburu angpao.

Galak Gampil

Source: kompasiana.com

Sebenarnya, tradisi ini punya latar belakang sangat baik, yaitu sebagai ungkapan rasa syukur, sekaligus berbagi rezeki dan kebahagiaan di hari kemenangan. Biasanya, uang galak gampil diberikan orang dewasa kepada mereka yang usianya lebih muda. Uang tersebut diberikan kepada keluarga atau pun anak-anak yang berkunjung ke rumah untuk bersilaturahmi di hari lebaran.

Kebanyakan orang-orang memakai uang baru sebagai galak gampil. Alasannya cukup simpel, karena uang baru lebih disukai anak-anak. Uang yang masih mulus tanpa lipatan karena baru dikeluarkan oleh bank ini lebih menarik hati dan mata mereka yang memang hobi mencari galak gampil. Lagipula, filosofinya uang baru akan membawa semangat baru bagi mereka yang menerimanya.

Galak Gampil

Source: kumparan.com

Mendapatkan galak gampil dari kakek-nenek, bapak-ibu, paman-bibi, atau mereka yang lebih dewasa sudah otomatis menjadi harapan anak-anak di hari lebaran. Dari keluarga dekat, biasanya minimal uang dengan nominal dua puluh ribu bakal dikantongi. Lucunya nih, seringkali anak-anak “nekat” bertamu ke rumah orang yang nggak dikenal, hanya demi mendapat uang galak gampil.

Sah-sah aja sih ya, karena kegiatan semacam ini cuma bisa dilakukan setahun sekali, dan pasti akan jadi memori yang indah buat anak-anak. Lagipula, aktiftas ini pasti akan menjadi ciri khas tersendiri di hari lebaran. Semoga tradisi galak gampil ini akan terus ada. (YPH/HL)