Yang Penting Heppiii. Tepat 30 September kemarin, bangsa Indonesia mengingat kembali peristiwa Gerakan 30 September. Tercatat ada 10 perwira militer yang kemudian dianugerahkan sebagai Pahlawan Revolusi yang menjadi korban dalam peristiwa kelam tersebut. Tujuh diantaranya merupakan seorang jenderal.

Nah, kita sebagai generasi penerus, wajib menghargai jerih payah, kerja keras, air mata bahkan tetesan darah para pahlawan dalam perjuangannya. Salah satu cara yang bisa kita lakukan adalah dengan mengetahui siapa saja nama-nama para Pahlawan Revolusi Indonesia, inilah mereka.

1. Jenderal (Anumerta) Ahmad Yani

Lahir di Purworejo, Jawa Tengah, pada 19 Juni 1922. Meninggal di Lubang Buaya pada 1 Oktober 1965. Ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi berdasarkan Keppres No. 111/KOTI/1965, tanggal 5 Oktober 1965.

Pahlawan Revolusi

2. Letnan Jenderal (Anumerta) R. Suprapto

Lahir di Purwokerto, Jawa Tengah, 20 Juni 1920. Meninggal di Lubang Buaya, Jakarta, 1 Oktober 1965 pada umur 45 tahun. Ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi berdasarkan Keppres No. 111/KOTI/1965, tanggal 5 Oktober 1965.

Pahlawan Revolusi

3. Letnan Jenderal (Anumerta) M. T. Haryono

Lahir di Surabaya, Jawa Timur, 20 Januari 1924. Meninggal di Lubang Buaya, Jakarta, 1 Oktober 1965 pada umur 41 tahun. Ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi berdasarkan Keppres No. 111/KOTI/1965, tanggal 5 Oktober 1965.

Pahlawan Revolusi

4. Letnan Jenderal (Anumerta) S. Parman

Lahir di Wonosobo, Jawa Tengah, 4 Agustus 1918. Meninggal di Lubang Buaya, Jakarta, 1 Oktober 1965 pada umur 47 tahun. Ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi berdasarkan Keppres No. 111/KOTI/1965, tanggal 5 Oktober 1965.

Pahlawan Revolusi

5. Mayor Jenderal (Anumerta) D. I. Pandjaitan

Lahir di Balige, Sumatera Utara, 9 Juni 1925. Meninggal di Lubang Buaya, Jakarta, 1 Oktober 1965 pada umur 40 tahun. Ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi berdasarkan Keppres No. 111/KOTI/1965, tanggal 5 Oktober 1965.

Pahlawan Revolusi

6. Mayor Jenderal (Anumerta) Sutoyo Siswomiharjo

Lahir di Kebumen, Jawa Tengah, 28 Agustus 1922. Meninggal di Lubang Buaya, Jakarta, 1 Oktober 1965 pada umur 43 tahun. Ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi berdasarkan Keppres No. 111/KOTI/1965, tanggal 5 Oktober 1965.

Pahlawan Revolusi

7. Kapten (Anumerta) Pierre Tendean

Lahir di Batavia, pada 21 Februari 1939. Meninggal 1 Oktober 1965 pada umur 26 tahun. Ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi berdasarkan Keppres No. 111/KOTI/1965, tanggal 5 Oktober 1965.

Pahlawan Revolusi

8. AIPDA (Anumerta) Karel Satsuit Tubun

Lahir di Maluku Tenggara, 14 Oktober 1928. Meninggal di Jakarta, 1 Oktober 1965 pada umur 36 tahun. Ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi berdasarkan Keppres No. 114/KOTI/1965, tanggal 5 Oktober 1965.

Pahlawan Revolusi

9. Brigadir Jenderal (Anumerta) Katamso Darmokusumo

Lahir di Sragen, Jawa Tengah, 5 Februari 1923. Meninggal di Yogyakarta, 1 Oktober 1965 pada umur 42 tahun. Ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi berdasarkan Keppres No. 118/KOTI/1965, tanggal 19 Oktober 1965.

Pahlawan Revolusi

10. Kolonel (Anumerta) Sugiono

Lahir di Gedaren, Sumbergiri, Ponjong, Gunung Kidul, 12 Agustus 1926. Meninggal di Kentungan, Yogyakarta, 1 Oktober 1965 pada umur 39 tahun. Ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi berdasarkan Keppres No. 118/KOTI/1965, tanggal 19 Oktober 1965.

Pahlawan Revolusi

Sebagai generasi muda, kita jangan sampai melupakan sejarah. Bukankah bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya? Sudah saatnya kita mengingat,menghargai,dan belajar dari tokoh bangsa dimasa lalu ,untuk membangun generasi muda Indonesia yang lebih baik. (YPH/HL)