Yang Penting Heppiii. Buah merah Papua atau buah merah (Pandanus conoideus) diyakini oleh beberapa orang sebagai 'buah super', kaya akan manfaat kesehatan. Buah ini telah dimakan oleh orang Papua selama bertahun-tahun, dikonsumsi oleh masyarakat di kota Wamena, Jayapura, Nabire dan Manokwari selama beberapa generasi. Tanaman ini juga telah dibudidayakan selama berabad-abad.
Biasanya, buah merah disajikan dalam pertemuan keluarga dan kadang-kadang selama festival pembakaran batu tradisional. Orang-orang Papua biasanya mencampurkan talas yang dimasak dan umbi-umbian dengan jus dan menyajikannya sebagai hidangan utama.

Source: kompas.com
Tanaman buah merah menyerupai tanaman lain dalam genus Panadus dan dapat tumbuh hingga 20 meter. Setelah tiga tahun, ia menghasilkan lima buah atau lebih, masing-masing beratnya sekitar 3 kg.
Nggak terlalu susah untuk mendapatkan buah ini, pembeli bisa membeli buah-buahan utuh atau dalam kemasan botol di pasar tradisional. Yang botol sebagian besar diproduksi secara tradisional di dapur sederhana di kios pasar.
Victoria Op, penjual buah merah lokal, menjual botol jus buah merah 200 mililiter seharga Rp 150.000 (US $ 11,40), sementara botol 1,5 liter berharga Rp 1 juta. "Kami menjamin itu cukup higienis karena telah diproses tiga kali," kata perempuan berusia 45 tahun yang telah mempekerjakan empat pekerja sejak memulai bisnis pada tahun 2005. Dia mengatakan pembelinya datang dari berbagai tempat, termasuk Aceh, Medan, Makassar, Jakarta dan bahkan beberapa daerah di Kalimantan.

Source: thejakartapost.com
Pedagang lain, Natalia Wakerwa, mengatakan ia membeli buah merah sekitar Rp 40.000 dari petani dan memproses hingga 50 buah untuk membuat 100 botol.
Sebelum buah dimakan biasanya dipotong menjadi dua dan kemudian menjadi enam potong lalu direbus. Buah yang akan dimasak, diperas untuk mendapatkan minyak dan jus buah merah untuk keluar dan sisanya dibuang. Untuk membuat versi botol, buah merah harus direbus atau dimasak selama sekitar 1,5 jam untuk melepaskan minyak dan jus. Air dan pulp kemudian dipisahkan dan disimpan sebelum akhirnya dimasukkan dalam botol.

Source: thejakartapost.com
Seorang pemimpin suku Dani, Max Murib, mengatakan buah merah, yang dikenal sebagai kuansu di antara orang Papua, diyakini meningkatkan vitalitas dan menyembuhkan penyakit, seperti cacingan dan masalah kulit.
"Seperti yang Anda lihat, orang Dani yang mengonsumsi buah merah jarang sakit. Mereka selalu terlihat segar dan kuat bahkan di usia 80-an," kata Imam yang berusia 78 tahun yang menanam sekitar 20 pohon buah merah sendiri.

Source: brilio.net
Kepala badan kesehatan Erens mengatakan mungkin nggak ada bukti ilmiah yang kuat tentang manfaat kesehatan dari buah merah, tetapi beberapa orang mengaku menikmati manfaat kesehatannya.
Namun, seorang dosen di Universitas Cendrawasih bernama I Made Budi MS telah melakukan penelitian tentang manfaat kesehatan dari buah merah, berkontribusi terhadap popularitasnya. Dalam penelitian tersebut, ia menemukan bahwa buah merah mengandung antioksidan dan mereka yang mengkonsumsi itu jarang terserang penyakit degeneratif seperti hipertensi, diabetes atau penyakit jantung. (YPH/HL)