Yang Penting Heppiii. Dunia ini penuh dengan budaya yang beragam dan sangat menarik, termasuk sapaan. Kalau di Indonesia, kita biasanya saling menyapa dengan anggukan, jabat tangan atau cipika-cipikim tapi nggak begitu salam di seluruh dunia. Sapaan tradisional melibatkan berbagai tradisi yang cukup unik. Yuk cari tahu, cara orang menyapa di beberapa negara di dunia.
Di Selandia Baru, kamu saling menggosok hidung.
Hampir setiap kali seorang tokoh politik mengunjungi Selandia Baru, mereka difoto menggosok hidung dengan pejabat tinggi. Mengapa? Bagi sebagian orang Selandia Baru — yaitu, suku Maori — ini adalah cara tradisional untuk menyapa seseorang yang disebut sebagai hongi.

Source: shutterstock.com
Di Tibet, kamu menjulurkan lidah.
Kalau seseorang menjulurkan lidah ke kamu, nggak sopan banget ya kan, malah kaya ngejek jadinya. Namun, di Tibet, orang menjulurkan lidah sebagai cara untuk menyapa. Sebagai bukti, kalau lidahmu sehat dan merah muda, nggak hitam dan membusuk, maka kamu nggak mungkin jahat — atau begitulah logikanya.

Source: shutterstock.com
Di Tuvalu, kamu mengendus orang.
Yang ini nggak seaneh kedengarannya. Sebenarnya, gerakan sogi, seperti yang disebut orang Tuvalu, hanyalah cara unik untuk menyambut ciuman di pipi. Saat menyapa, kamu dengan kuat menekankan wajahmu kepada orang yang kamu temui, dan bukannya mencium pipi mereka, kamu menarik napas. Mudah!

Source: shutterstock.com
Kamu mempersembahkan sehelai sutra di Mongolia.
Nggak sembarangan, ngasih atau nerima sutra di Mongolia ada aturannya. Kalau kamu menyapa atasan atau penatua, kamu harus mengangkatnya di atas bahu dan membungkuk saat menyajikan Hada; kalau kamu menyapa yang sederajat, kamu mengangkatnya dan meletakkannya di tangan mereka sebelum mereka memberimu satu juga; dan kalau kamu menerima satu dari seorang penatua, kamu harus menerimanya dengan kedua tangan dan mengangkatnya ke atas kepala sehingga kamu bisa memakainya di pundak.

Source: shutterstock.com
Dan di Mongolia, respon mu terhadap salam harus positif. Nggak peduli apa yang kamu alami, kamu harus menggunakan senyum palsu terbaikmu setiap kali seseorang menyapamu dan itu adalah pertanda bahwa kamu "baik-baik saja."
Di Liberia, kamu menjentikkan jari.
Kalau kamu pernah mengunjungi Liberia atau Benin, jangan kaget saat seseorang menyapamu dengan menjentikkan jari mereka. Di Liberia, penduduk menggunakan "Liberian finger snap," yang melibatkan jabat tangan, cengkeraman, menjentik, dan kepalan tangan. Pada dasarnya itu kaya semacam jabat tangan rahasia, kecuali seluruh negara mengetahuinya.

Source: shutterstock.com
Di Zambia, kamu menekan ibu jari.
Meskipun secara teknis orang-orang Zambia berjabatan tangan ketika mereka menyapa, jabat tangan mereka jauh dari apa yang biasa kamu lihat. Pada dasarnya, yang harus kamu lakukan untuk melakukan salam ini adalah membungkus tanganmu di sekitar ibu jari orang lain dan, yah, remas. Mirip panco lah.

Source: shutterstock.com
(YPH/HL)