
Tanggal 17 Agustus emang selalu ditunggu-tunggu sama masyarakat Indonesia. Karena di tanggal 17 bulan Agustus, kita semua merayakan hari ulang tahun negara tercinta kita ini, Indonesia. Ditunggu sama anak-anak kecil karena biasanya selalu ada lomba-lomba menarik di acara “17an”. Bagi yang udah kerja juga ditunggu-tunggu, karena tanggal 17 Agustus itu tanggal merah, jadinya libur!

17an, adalah kata yang udah umum banget kita gunakan untuk mengganti kata hari ulang tahun negara Indonesia tanggal 17 Agustus. 17an dirayakan di seluruh penjuru kota di Indonesia. Mengadakan lomba-lomba menarik juga udah jadi tradisi sendiri untuk kita di tanggal bersejarah ini. Lomba seperti panjat pinang, tarik tambang dan balap karung udah jadi langganan di setiap lomba 17an.

Tapi melihat anak-anak jaman sekarang yang bisa dibilang ketagihan game mobile dan nggak bisa lepas sama HPnya, kira-kira lomba 17an dikalangan anak-anak bakal sama meriahnya nggak ya dengan beberapa tahun kebelakang? Mungkin kita bisa jadiin acara 17an tahun ini, sebagai awal kita memperkenalkan permainan tradisional seperti galah dan congklak ke anak-anak.

Nah, kaya teman-teman kita yang satu ini contohnya. Ada sekumpulan pemuda yang berhasil membangun sebuah komunitas berbasis sosial-budaya bernama Kampoeng Hompimpa. Tujuan mereka itu keren banget, yaitu untuk melestarikan dan mengembangkan permainan tradisional Indonesia serta mengedukasi anak-anak melalui media permainan tradisional.

Mungkin kita bisa belajar dari mereka dengan memulai dari sekarang mengurangi kecanduan anak-anak kita terhadap game mobile dan mulai menanamkan nilai nasionalisme dengan ngenalin permainan tradisional. Coba bayangin, bikin lomba balap galah satu kelurahan, atau kompetisi congklak antar RT. Nanti yang menang dapet hadiah liburan. Idenya mantap banget kan?