Yang Penting Heppiii. Bukan hal baru dong bahwa media suka memanipulasi kebenaran untuk menyampaikan maksud tertentu. Tujuannya, supaya berita atau kabar yang mereka turunkan bisa mendapat perhatian lebih. Tapi tahukah kamu kalau sebenarnya permainan lensa bisa menimbulkan persepsi berbeda. Dua fotografer asal Denmark memutuskan untuk membuktikan betapa mudahnya itu untuk dilakukan.

Fotografer yang berbasis di Copenhagen Ólafur Steinar Gestsson dan Philip Davali baru-baru ini melakukan percobaan untuk agensi foto Ritzau Scanpix. Mereka memotret orang-orang yang berkeliaran di ibukota Denmark selama karantina beberapa waktu lalu, dan kamu akan terkejut betapa banyak sudut dan lensa kamera yang berbeda dapat mengubah konteks foto.

Sudut sempit.

Jangan Percaya Lensa Kamera

Source: https://www.epa.eu/

Sudut lebar.

Jangan Percaya Lensa Kamera

Source: https://www.epa.eu/

Saat pandemi terjadi di seluruh dunia, mereka berdua sadar bahwa kontribusi para awak media bisa salah dibaca dan dimengerti oleh pembaca. Dan sebagai produsen fotografi, agensi memiliki tanggung jawab untuk "menarik perhatian pada kenyataan bahwa gambar dalam beberapa kasus tidak menunjukkan kedekatan objek seperti yang tampaknya dipercayai orang". Sebenarnya,  teks di bawah gambar dapat membantu memperjelas keadaan sehingga gambar nggak akan salah dimengerti.

Sudut sempit.

Jangan Percaya Lensa Kamera

Source: https://www.epa.eu/

Sudut lebar.

Jangan Percaya Lensa Kamera

Source: https://www.epa.eu/

Dalam beberapa kasus tertentu, gambar yang diambil menggunakan lensa sudut lebar jauh lebih baik , karena menyerupai tampilan yang kita lihat dengan mata kita sendiri. Lensa tele, di sisi lain, sebagian besar digunakan untuk mengambil foto hal-hal yang jauh.

Sudut sempit.

Jangan Percaya Lensa Kamera

Source: https://www.epa.eu/

Sudut lebar.

Jangan Percaya Lensa Kamera

Source: https://www.epa.eu/

Gampangnya begini, sebuah gambar akan bisa diartikan sama sekali berbeda, tergantung sudut pandang pengambilannya. Jadi, fotografer harus selalu ingat bagaimana bertanggung jawab pada pekerjaan mereka, terutama selama pandemi. Agar nggak menimbulkan salah persepsi pada pembaca. Setuju? (YPH/HL)