Yang Penting Heppiii. Jakarta sebagai Ibukota negara telah mengalami perkembangan yang begitu pesat disegala bidang. Mau nggak mau budaya modern juga ikut masuk dan berpengaruh pada kehidupan sehari-sehari masyarakat Jakarta juga dong. Tapi dibalik modernisasi tersebut, ada suku asli Betawi yang masih mempertahankan nilai-nilai tradisional, termasuk bahasa yang mereka pakai sehari-hari. Kalau kamu perhatikan, bahasa Betawi tuh unik banget, terutama dialeknya. Tapi ternyata nggak cuma itu aja, ada keunikan lain yang nggak dipunyai suku lain, apa aja sih, lansung simak ya.

Dialek yang unik

Berbeda dengan bahasa Indonesia yang lebih santai, dalam bahasa Betawi banyak huruf akhiran berupa “ a” akan diganti dengan “e”. Contohnya, kata yang paling sering disampaikan dalam bahasa Indonesia “ kenapa” Maka akan menjadi “kenape”. Nah dari situ aja, akan timbul aksen yang berbeda.

Jangan Tanye Kenape, Betawi Punye Gaye

Source: nasional.republika.co.id

Unsur daerah

Sebagai ibukota negara, Jakarta menjelma jadi kota besar dengan jumlah pendatang yang cukup signifikan. Nggak jarang para pendatang juga punya logat yang mirip dengan orang Jakarta. Tapi dengan tingkat kedaerahan yang tinggi, kamu pasti bisa langsung membedakan mana yang pendatang dan mana yang suku Betawi asli.

Jangan Tanye Kenape, Betawi Punye Gaye

Source: romadecade.org

Digunakan saat kesenian

Menariknya, bahasa daerah ini banyak pula digunakan saat sedang kesenian. Seperti pada alunan nyanyian, pantun, tarian daerah Betawi, dan bahkan sampai dengan teater maupun pentas seni ondel-ondel serta banyak kesenian lainnya. Bagus banget sih ya, jadi bahasa Betawi akan terus turun temurun dan nggak tenggelam oleh modernisasi atau pengaruh dari luar.

Jangan Tanye Kenape, Betawi Punye Gaye

Source: merdeka.com

Bahasa gaul

Bagi masyarakat luar Jakarta, Bahasa Betawi lebih dikenal dengan sebutan bahasa gaul, masyarakat Betawipun mengamini pernyataan ini. Misalnya dalam aktivitas sehari-hari, aksen yang digunakan memang merupakan bahasa Betawi. Tapi, kebanyakan dari orang yang belum mengenal hal ini akan mengatakan bahwa bahasa ini gaul. Menurut masyarakat , bahasa tersebut banyak digunakan oleh kalangan papan atas dan berbeda untuk aksennya.

Jangan Tanye Kenape, Betawi Punye Gaye

Source: wartakota.tribunnews.com

Kosakata yang Mudah

Perlu kamu tahu ya, bahasa Betawi ini mudah banget dipahami. Kosakata yang dipakai kebanyakan sama kaya penggunaan kosakata pada bahasa Indonesia, dan hanya sedikit kata-kata yang berubah. Seperti pengguaan kata “ayah” menjadi “ babeh” dan “ibu” menjadi “enyak”, kata “ bupet” yang berarti “ laci”, atau “centong” yang berarti “sendok nasi”.

Jangan Tanye Kenape, Betawi Punye Gaye

Source: facebook.com

Cocok untuk Segala Usia

Daerah Betawi punya unsur budaya yang baik dalam bermasyarakat, termasuk bahasanya. Sebagai bukti, kosakata yang ada tidak mengandung unsur kekerasan sedikitpun. Jadi bahasa Betawi cocok dipakai segala usia dari anak-anak sampai orang tua.

Jangan Tanye Kenape, Betawi Punye Gaye

Source: ngopibareng.id

Gimana, tertarik belajar bahasa Betawi? (YPH/HL)

Source