Yang Penting Heppiii. Ngomongin permasalahan sampah seakan nggak ada habisnya ya. Udah jadi rahasia umum juga, bagaimana sampah plastik berakibat buruk buat lingkungan terutama lautan. Beruntung, saat ini berbagai upaya pengurangan penggunaan sampah plastik di dunia mulai dilakukan. Nggak terkecuali Bali, sebagai destinasi wisata dunia, Bali punya harapan agar sampah plastik menghilang dari pulau indah tersebut.

Source: betahita.id
Upaya pengurangan sampah plastik di Bali sebenarnya sudah dilakukan di akhir tahun 2018 lalu, tepatnya pada tanggal 21 Desember. Pemerintah Provinsi Bali mengeluarkan Peraturan Gubernur Nomor 97 Tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai (PSP). Pergub Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai ini bertujuan pengurangan limbah plastik sekali pakai serta mencegah kerusakan lingkungan. Aturan ini juga telah diuji coba sejak awal tahun 2019 sebagai transisi sebelum mulai memberlakukan aturan ini sepenuhnya mulai 23 Juni 2019 lalu.
Yang termasuk dalam PSP ini sebenarnya adalah segala bentuk alat/bahan yang terbuat dari atau mengandung bahan dasar plastik, lateks sintetis atau polyethylene, thermoplastic synthetic polymeric, dan diperuntukkan untuk penggunaan sekali pakai.

Source: picbon.com
Tapi apa yang dilakukan pemerintah daerah Bali, yang menyebutkan baik produsen, distributor, dan pelaku usaha dilarang menggunakan kantong plastik sekali pakai yang berupa kantong plastik, styrofoam (Polisterina), dan sedotan plastik, patut kita apresiasi dong. Langkah drastis Bali ini menjadikan Pulau Dewata ini menjadi provinsi pertama di Indonesia yang menerapkan aturan bebas plastik guys.
Walaupun memang pelaksanaan aturan ini masih perlu sosialiasi lebih luas agar 'diet plastik' ini bisa dilaksanakan di seluruh tempat di Bali. Saat ini Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali juga sedang melakukan pembinaan kepada toko modern, sekolah-sekolah, dan pasar tradisional.
Faktanya, sebagian supermarket dan restoran di Bali sudah mulai menerapkan Pergub ini sejak awal tahun lalu. Mereka mulai beralih memakai kemasan yang lebih ramah lingkungan seperti tas dari kertas bekas (biasanya dikenakan biaya tambahan) dan menggunakan daun pisang sebagai pembungkus makanan.

Source: kumparan.com
Makanya, jangan heran kalau sedang berada di Bali, kamu akan banyak nemuin restoran yang pakai sedotan bambu sebagai ganti plastik. Atau pas lagi belanja di mini market, kamu musti siapin kantong belanjaan sendiri.
Karena seperti kita tahu, bukan cuma kematian satwa laut seperti penyu, ikan, atau paus, sampah plastik juga berbahaya bagi manusia karena tingkat mikroplastik yang ikut terbawa pada makanan yang kita konsumsi. Pada nggak mau kan terkena masalah kesehatan serius karena plastik? Yuk bantu mewujudkan bumi tanpa plastik. Kalau bukan kita yang mulai, siapa lagi? (YPH/HL)