Yang Penting Heppiii. Tanabata atau Festival Bintang adalah sebuah tradisi tradisional Jepang yang dirayakan pada tanggal 7 Juli setiap tahun. Pada perayaan ini, orang-orang Jepang menulis harapan mereka dikertas berwarna-warni kemudian dipasang pada pohon bambu yang disebut “Sasa”. Bukan merk mecin ya!

Legenda Tanabata berawal dari dipisahkannya Orihime, putri bintang yang rajin menenun dan Hikoboshi, seorang penggembala. Setelah mereka bertemu, mereka tidak pernah lagi melaksanakan tugasnya masing-masing dan membuat Dewa Langit murka. Ia akhirnya memisahkan mereka berdua. Keasikan pacaran sih!
Orihime dan Hikoboshi dipisahkan oleh sebuah sungai bernama Amanogawa dan hanya bisa bertemu pada tanggal 7 Juli setiap tahun. Karena itu, mereka berdoa pada tanggal 6 Juli agar esok hari tidak diturunkan hujan. Jika hujan turun, maka sungai Amanogawa akan meluap dan mereka tidak dapat bertemu. Huhu sedih.

Doa-doa itu mereka tuliskan dikertas berwarna-warni dan dipasang di pohon bambu. Mereka percaya bahwa pohon bambu itu akan tumbuh menjulang ke langit sehingga doa mereka akan dibaca oleh Dewa Langit.
Tradisi Tanabata mulai dilakukan di Jepang pada zaman Edo (tahun 1600). Seiring dengan berkembangnya zaman, isi dari kertas permohonan tidak hanya doa-doa untuk Orihime dan Hikoboshi, tetapi juga doa dan harapan tiap orang. Seru ya! (YPH/FH)