Yang Penting Heppiii. Sekilas, lukisan karya Didit Sardjo ini tampak seperti lukisan cat pada umumnya. Tapi kalau diperiksa lebih teliti lukisan ini ternyata terbuat dari gombal atau kain perca. Dalam bahasa Inggris disebut Quilt Painting. Dinamakan lukisan gombal karena dalam bahasa Jawa, kain perca biasa disebut gombalan.

Source: goodnewsfromindonesia.id
Di tangan kreatif Didit, gombal yang biasanya nggak berguna dan berakhir menjadi limbah, bisa bernilai seni tinggi. Nggak tanggung-tanggung loh, seni lukis gombal yang sudah ditekuni Didit sejak tahun 1980-an ini, diminati konsumen sampai mancanegara.

Source: goodnewsfromindonesia.id
Tahun 2000-an, Didit nggak sekedar melukis, ia juga mulai aktif jadi relawan di Museum Tekstil, Jakarta untuk mengajar cara melukis gombal. Kekhawatirannya mulai muncul saat makin banyak wisatawan asing yang tertarik belajar membuat lukisan gombal. Nggak banyak mikir, pada 2005, Didit langsung mendaftarkan hak cipta untuk karya lukisan gombal. Biar nggak di klaim jadi milik negara lain, mulia juga ya tujuannya. Hak paten atas karyanya itu akhirnya resmi dikeluarkan pemerintah pada 2007. Kemudian di Kedutaan Besar Jepang dan Institut Kesenian Jakarta, Didit memperkenalkan karyanya lewat pameran tunggal.

Source: goodnewsfromindonesia.id
Karya lukisan gombal yang diciptakan Didit memang unik dan beda dari yang lain. Pembuatan lukisan gombal sama persis seperti merangkai puzzle. Semua jenis lukisan, mulai dari lukisan alam, abstrak, hingga gambar wajah, bisa dibuat dari serpihan kain gombal ini. Semakin mahir memilih warna untuk gradasi, lukisan semakin tampak alami. Didit menggunting kain menjadi serpihan dan langsung menaruhnya di atas lem yang sudah dioles di kanvas. Serpihan itu direkatkan hingga membentuk pola tertentu.

Source: goodnewsfromindonesia.id
Sayangnya, para pelaku seni belum menganggap lukisan gombal sebagai karya seni, hanya sekedar kerajinan. Padahal, ini murni lukisan, hanya bahan dan prosesnya yang beda dengan lukisan konvensional. Semoga lukisan gombal milik Didit bisa digolongkan sebagai wujud karya seni rupa ya, karena sedikit lebih beda, itu lebih baik daripada sedikit lebih baik. Ya nggak? (YPH/HL)