Yang Penting Heppiii. Tahu nggak sih, makanan fermentasi telah menjadi populer kembali dalam beberapa tahun terakhir, sebagian besar karena orang sadar kesehatan. Ngomong-ngomong, fermentasi adalah metode pengawetan makanan tertua loh. Sejarahnya berawal dari awal pertanian. Dari Cina dan Bulan Sabit Subur ke Afrika dan Amerika, sayuran, daging, ikan, susu, biji-bijian dan buah-buahan telah difermentasi menjadi makanan dan minuman.
Menariknya, makanan fermentasi memainkan peran penting dalam kesehatan usus dan pertumbuhan bakteri baik. Sebuah penelitian di Tanzania menunjukkan bahwa bubur yang dibuat dengan biji-bijian fermentasi mengurangi insiden diare pada anak-anak sebesar 33%. Saat memfermentasi biji-bijian dan umbi-umbian tertentu, kamu juga mengurangi senyawa anti-nutrisi dan meningkatkan penyerapan vitamin. Bakteri aktif, kultur ragi dan gundukan mengubah makanan ini menjadi sumber yang kaya Vitamin K, A, B12, tiamin, niasin, dan asam pembangun protein seperti lisin dan metionin.
Uniknya nih guys, ternyata setiap daerah memiliki setidaknya satu sajian unik sebagai bagian dari warisan budayanya. Berikut ini, makanan fermentasi dari Asia yang belakangan jadi ngetop, rasanya pun mantep banget.
Kimchi - Korea
Makanan Korea nggak lengkap tanpa kimchi. Dianggap sebagai warisan nasional, makanan fermentasi ini telah diolah oleh keluarga Korea dari abad ke-7. Makanan ini adalah kubis dan sayuran lainnya yang difermentasi dengan jus / air asin bersama dengan rempah-rempah selama 4-15 hari.

Source: happybellyfish.com
Cheonggukjang / Doenjang - Korea
Lagi-lagi dari Korea, kedelai fermentasi dicampur menjadi pasta yang digunakan untuk menambah rasa masakan yang berbeda. Cheonggukjang adalah pasta lebih tipis yang mengandung kedelai utuh, sedangkan Doenjang adalah pasta yang lebih tebal dan lebih halus.

Source: flickr.com
Natto – Jepang
Hidangan fermentasi Jepang yang populer ini dibuat dari kacang kedelai dan memiliki sifat antiinflamasi yang kuat.

Source: happybellyfish.com
Miso - Jepang / Korea
Ketika jamur (koji) bertemu kedelai, garam dan beras merah / gandum, kamu mendapatkan miso. Menariknya, hidangan ini dikatakan punya sifat anti-penuaan. Pesen sup miso ya lain kali saat kamu berada di restoran Asia.

Source: happybellyfish.com
Tempe - Indonesia
Ketika jamur hidup ditambahkan ke kedelai dan dibiarkan fermentasi selama 1-2 hari, makanan yang dihasilkan adalah tempe, kata bule sih tempe lebih mirip kue.

Source: happybellyfish.com
Nem Chua - Vietnam
Sebagian daging babi tanpa lemak dihaluskan atau direbus, lalu dicampur dengan beras panggang dan bubuk, garam, rempah-rempah dan ditutupi dengan rempah-rempah lagi. Campuran tersebut kemudian dibungkus rapat dengan daun pisang dan dibiarkan berfermentasi.

Source: en.wikipedia.org
Douchi / Doubanjiang / Mianchi - Cina
Douchi adalah pasta kuliner yang dibuat dengan kacang hitam yang difermentasi, sedangkan Mianchi adalah kacang putih yang difermentasi. Doubanjiang banyak digunakan dalam masakan Sichuan dan terbuat dari kacang panjang yang difermentasi. Pasta pedas ini juga mengandung kedelai, beras, garam, rempah-rempah dan kadang-kadang, cabai merah.

Source: flickr.com
Selain tempe, kamu udah cobain yang mana? (YPH/HL)