Yang Penting Heppiii. Setuju ya kalau di belahan dunia manapun, termasuk Indonesia, zaman udah berubah, jadi makin maju. Teknologi makin berkembang, gadget beserta manusia alaynya tersebar di Indonesia kita tercinta. Tapi ternyata di beberapa pelosok negeri, masih banyak suku yang nggak terpengaruh sama kemajuan zaman, dan memilih tetap menjalani hidupnya dengan cara mereka sendiri.

Source: satujam.com
Hidup jauh di pedalaman hutan Provinsi Riau dan Sumatera Selatan, Suku Kubu atau yang biasa disebut Suku Anak Dalam, menjalani kehidupan sehari-hari mereka tanpa sentuhan peradaban modern. Berjumlah kurang lebih dua ratus ribu jiwa, mereka hidup secara nomaden, yang mendasarkan pada hidupnya sebagai pemburu dan merantau.

Source: travel.tribunnews.com
Beberapa versi tentang asal usul Suku Anak Dalam berkembang, ada yang mengklaim bahwa mereka adalah pelarian dari Melayu. Sumber lain menyebutkan kalau mereka berasal dari Pagaruyung yang mengungsi ke Jambi. Ada juga yang menyatakan mereka adalah hasil Perang Jambi vs Belanda yang berakhir pada 1904. Selain itu ada secara mitologi bahwa Suku Anak Dalam masih menganggap satu keturunan dengan Puyang Lebar Telapak yang berasal dari Desa Cambai, Muara Enim.

Source: takaitu.com
Secara garis besar, Suku Anak Dalam hidup di 3 Wilayah Ekologis yang berbeda seperti Orang Kubu di Provinsi Jambi, Taman Nasional Bukit 12 dan juga Wilayah Jambi Selatan.
Kehidupan mereka cukup simple, hanya berbekal aturan dan norma serta adat istiadat. Animisme adalah kepercayaan asli mereka, tapi saat ini banyak juga yang memeluk agama Islam dan Kristen.

Source: netralnews.com
Patut berbangga ya, di tengah hiruk-pikuk modernitas, masih ada warisan budaya yang masih terjaga dengan baik. Let say together, we love Indonesia! (YPH/HL)