Yang Penting Heppiii. Setelah merayakan Tahun Baru Imlek, kini waktunya bagi masyarakat Tionghoa untuk menggelar perayaan Cap Go Meh. Perayaan ini menandai hari ke-15 sekaligus hari terakhir dari masa Tahun Baru Imlek di seluruh dunia. Pada momen ini, semua warga keturunan Tionghoa akan berkumpul dan bersukacita.

Source: Kemenpar
Istilah Cap Go Meh berasal dari dialek Hokkian yang bila diartikan secara harafiah bermakna “15 hari atau malam setelah Imlek”. Bila dipenggal per kata, ‘Cap’ mempunyai arti sepuluh, ‘Go’ adalah lima, dan ‘Meh’ berarti malam.
Nggak cuma di Indonesia, Malaysia dan Singapura juga merayakannya. Biasanya, lampion-lampion dan aneka lampu berwarna-warni menjadi pelengkap utama dalam perayaan Cap Go Meh. Di Indonesia sendiri, perayaan rutin dilakukan di Pontianak dan Singkawang (Kalimantan Barat) yang masuk dalam 100 Calender of Events 2019 yang dirilis Kementerian Pariwisata Indonesia.

Source: Kemenpar
Selain lampion, perayaan ini juga melibatkan Barongsai, Burung Phoenix dan Naga. Pembakaran Naga biasanya dilakukan sebagai puncak perayaan. Serangkaian kegiatan Cap Go Meh di Pontianak dan Singkawang mampu meraih perhatian para wisatawan, baik dalam maupun luar negeri seperti, Taiwan, Singapura, Australia, Malaysia, Hongkong, Macau, Thailand, dan Filipina.
Baca Juga: Penari Jathil Ponorogo Pecahkan Rekor MURI

Source: simomot.com
Dan, sebuah perayaan, nggak akan lengkap tanpa kuliner khas yang mewarnainya. Lontong Cap Go Meh, kue keranjang, wedang ronde dan onde-onde adalah jenis makanan yang wajib hadir dalam perayaan Cap Go Meh.
Wah, menarik juga ya. Pasti seneng banget kalau punya kesempatan ikut merayakan kemeriahan Cap Gomeh sekaligus kulineran. Hmmm... (YPH/HL)