Yang Penting Heppiii. Pernikahan Heidi Turunen, 32 dan Tom Rein, 31 ini bisa dibilang pernikahan paling anti mainstream. Gimana nggak, venue yang mereka pilih untuk mengikat janji nikah benar-benar nggak biasa dan di luar pemikiran kebanyakan orang. Mt Everest Base Camp disepakati sebagai tempat mengucap janji suci pernikahan. Dua penerbangan jarak jauh dan perjalanan 14 hari dengan jarak 130 km yang menakutkan harus dilakukan untuk bisa mencapai upacara pernikahan impian mereka. Wow, luar biasa ya.

Pasangan asal Queensland, Australia ini, harus berjuang melawan suhu dingin dan pembatalan mendadak dari fotografer dan tim mereka. Bahkan, menjelang hari pernikahan, di ketinggian 5000 mdpl, Heidi menderita hypothermia. Tetapi meskipun pemandu menyarankan mereka untuk kembali, mereka memutuskan untuk tetap melanjutkan perjalanan menembus salju.
Heidi, Pemilik bisnis Rawlicious Delicious ini mengatakan: “Meskipun menghadapi banyak masalah dan pembatalan, kami memutuskan untuk terus melangkah. Itu adalah impian kami dan nggak ada yang akan menghentikan kami. Kami hanya bisa berharap akan bertemu dengan orang-orang baik, yang akan membantu kami dengan foto-foto yang kami inginkan."

Akhirnya hari yang mereka nanti-nantikan tiba. Meskipun nggak menemukan satupun tenda sehingga Heidi terpaksa mengganti bajunya di balik batu es, tanpa cermin, tatanan rambut dan make up, mereka berhasil melangsungkan pernikahan sakral. Mereka benar-benar berada di puncak dunia pada saat itu, dan secara harafiah mereka memang berada di puncak!
Hebatnya, pasangan yang mencintai petualangan ini berhasil mendapat foto pernikahan impian mereka ketika mereka akhirnya bertukar sumpah pernikahan di ketinggian 5.380 mdpl di depan sesama pendaki yang jadi tamu pernikahan dan fotografer dadakan mereka. Keesokan paginya mereka melakukan perjalanan ke puncak Kala Patthar, 5.643 meter (18.513 kaki) di atas permukaan laut, untuk menikmati matahari terbit yang ajaib.

Awalnya, ide fantastis dan gila ini cuma lelucon yang Heidi lontarkan pada Tom setelah Tom melamarnya di Finlandia pada Januari 2015. Pasangan yang suka hiking, trekking, lari, naik sepeda, dan balap halang rintang ini sangat menginginkan tempat pernikahan yang akan mereka ingat sepanjang sisa hidup mereka.
Dan setelah menyelesaikan perjalanan Everest Base Camp, mereka terbang ke Thailand untuk merayakan pernikahan pantai kecil dengan keluarga mereka sekaligus menghangatkan diri pastinya.

Wah bikin iri banget ya, dan yang paling layak banget kamu contoh adalah semangatnya guys. Nggak berkurang sedikitpun loh, meskipun rintangan yang mereka hadapi luar biasa menyiksa. Gokil banget! Congratulation. (YPH/HL)