Yang Penting Heppiii. Indonesia yang sejak dulu dikenal sebagai negara agraris, banyak bertumpu pada sektor pertanian. Nggak heran kalau sebagian besar mata pencaharian rakyat Indonesia adalah petani. Dan mau nggak mau, panen jadi hal sentimentil dalam dunia yang digeluti petani ini, bermacam perayaan menyambut panen pun banyak ditemukan di berbagai daerah di Indonesia.

Biasanya, ritual panen dilakukan saat petani mendapatkan panen yang sangat melimpah setelah jerih payah selama berbulan-bulan bekerja di sawah dan terkena terik matahari yang panas. Sebuah upacara persembahan dilakukan semata-mata sebagai rasa syukur atas limpahan berkah melalui panen yang di berikan Sang Pencipta. Inilah lima ritual panen raya paling menakjubkan yang cuma bisa kamu temukan di Indonesia.

Mappadendang – Masyarakat Bugis

Ritual Mappadendang dilakukan dengan menumbuk gabah pada lesung menggunakan kayu atau bambu. Tujuannya untuk menyucikan gabah hingga akhirnya menjadi beras dan bisa dikonsumsi. Tabuhan yang keluar dari pukulan bambu ke lesung akan menimbulkan bunyi yang cukup indah. Dari bunyi-bunyian ini, sekelompok pria akan memulai tari-tarian dan nyanyian yang berisi banyak sekali rasa syukur kepada Sang Pencipta. Oh ya, ada satu lagi yang unik dari Meppadendeng, kaum muda biasanya suka manfaatin event ini untuk cari jodoh.

Ritual Panen Raya

Source: beritawajo.com

Seren Taun – Masyarakat Sunda

Ritual tahunan ini dilakukan dengan menyerahkan beberapa bagian padi kepada ketua adat untuk disimpan di dalam lumbung yang dalam Bahasa Sunda sering disebut dengan Leuit. Acara Seren Taun biasanya diawali dengan pengambilan air di sumber yang dikeramatkan. Selanjutnya air itu akan dicipratkan ke semua orang ketika melakukan penjemputan padi. Setelah prosesi ini selesai, penduduk akan melakukan pertunjukan kolosal seperti tari buyung, angklung baduy, dan angklung buncis. Penutup acara ini ada doa yang dibacakan dengan khidmat.

Ritual Panen Raya

Source: 4.bp.blogspot.com

Naik Dango – Masyarakat Dayak

Naik Dango adalah ritual pasca panen yang banyak dilakukan oleh Masyarakat Dayak terutama Dayak Kanayatn. Prinsipnya, Naik Dango sama seperti Seren Taun. Penduduk akan menyerahkan padi yang masih dalam tangkai kepada para petinggi adat dan dimasukkan ke lumbung (dango). Dalam ritual ini, penduduk akan melakukan banyak sekali pertunjukan seperti tarian, nyanyian, hingga acara makan bersama sebagai wujud rasa syukur yang tak habis-habis kepada Sang Pencipta yang memberi keberkahan.

Ritual Panen Raya

Source: jalan2.com

Methik – Masyarakat Jawa

Ada dua tradisi Masyarakat Jawa yang dilakukan ketika panen. Biasanya di beberapa daerah Jawa Timur melakukan methik sebelum panen datang. Saat padi mulai menguning, pemilik sawah akan mengadakan selamatan di tengah sawah. Mereka akan memanjatkan doa-doa dan berharap sawah akan terus dijaga hingga akhirnya panen yang sangat besar akan datang. Tradisi kedua dilakukan setelah panen yang sangat besar tiba. Masyarakat akan berbondong-bondong melakukan ritual di tengah lapangan atau jalan-jalan. Dengan memakai pakaian Adat Jawa, mereka berkeliling sambil melakukan pertunjukan. Puncaknya adalah memasukkan pada ke dalam lumbung dan memanjatkan doa.

Ritual Panen Raya

Source: detik.com

Penti – Masyarakat Flores

Penti adalah ritual panen yang berasal dari beberapa desa adat di Flores. Ritual biasanya dilakukan di rumah utama desa untuk melakukan penyembelihan hewan korban seperti ayam. Selanjutnya akan ada yang namanya pertunjukan seperti tarian atau nyanyian hingga menjelang senja. Saat matahari akan hilang secara menyeluruh, pemuka adat akan melakukan pengorbanan lagi berupa dua ekor babi. Saat matahari terbenam diyakini jika roh akan datang dan ikut berpesta dalam merayakan panen yang besar.

Ritual Panen Raya

Source: florestourism.com

Inilah lima ritual panen raya paling menakjubkan yang ada di Indonesia. Semua ritual besar yang dilakukan ini adalah wujud dari rasa syukur yang tiada tara kepada Tuhan atas rezeki yang melimpah. (YPH/HL)

Source