Yang Penting Heppiii. Buat yang belum tahu, 20 Juli lalu diperingati sebagai 50 tahun manusia menginjakkan kaki pertama di bulan. Pada 16 Juli 1969 Neil Amstrong, Buzz Aldrin, dan Michael Collins, meluncur dari bumi dengan Apollo 11 yang dipasang di roket Saturn V, dan mendarat di bulan empat hari kemudian, tepatnya di tanggal 20 Juli.

Perlombaan luar angkasa atau space race pertama menuju ke Bulan pada tahun 1960-an adalah pencapaian yang menakjubkan dari teknologi, teknik, dan politik, dan pada taraf tertentu, menjadi salah satu pencapaian besar sejarah manusia.

Peringati 50 Tahun Pendaratan Manusia Di Bulan

Source: voaindonesia.com

Saat ini, kita memasuki era space race kedua yang punya tujuan lebih dahsyat. Bukan cuma menginjakkan kaki di luar angkasa, space race kedua bertujuan meletakkan landasan infrastruktur bagi kehidupan di luar angkasa di masa depan, juga untuk memulai zero-gravity economy (ekonomi tanpa gravitasi).

Nggak main-main, di space race kedua ini, negara-negara adidaya dunia benar-benar serius menggarap proyek mereka masing-masing. Januari lalu, Badan Antariksa China (China National Space Administration / CNSA) berhasil mendaratkan pesawat ruang angkasa di sisi jauh Bulan (far side of the moon atau disebut juga dark side of the moon), suatu prestasi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pada bulan Maret lalu, Wakil Presiden AS Mike Pence memberikan pidato yang mengumumkan tekad Amerika Serikat untuk kembali mengirimkan astronot ke Bulan pada tahun 2024, memberi NASA waktu lima tahun untuk melakukan yang kedua kalinya.

Peringati 50 Tahun Pendaratan Manusia Di Bulan

Source: sputniknews.com

Bahkan India, yang akan segera menjadi ekonomi terbesar kelima di dunia, telah meluncurkan misi ke bulan melaui Chandrayaan-2 akan mencakup pengorbit, pendarat, dan penjelajah yang akan bekerja sama untuk mempelajari bulan dari atas dan permukaannya. Ini menjadikan India negara keempat yang mendaratkan manusia ke bulan.

Peringati 50 Tahun Pendaratan Manusia Di Bulan

Source: indianexpress.com

Menariknya, saat ini impian untuk bisa menginjakkan kaki di bulan bukan lagi sekedar angan. Perusahaan-perusahaan swasta mulai membuka jalan untuk menciptakan transportasi ruang angkasa modern yang memungkinkan manusia untuk bepergian ke luar angkasa secara komersial. Jadi jangan heran kalau suatu saat ada kabar tentang orang biasa yang melakukan perjalanan ke bulan atau planet tertentu.

Tapi jangan sampai lupa, pencapaian 50 tahun lalu bukan hal yang mudah. Dunia masih ingat, ketika pada tanggal 12 September 1962, di tengah persaingan sengit dengan Uni Soviet terkait dominasi di luar angkasa, presiden AS saat itu, John F. Kennedy menyampaikan pidato yang begitu dahsyat di depan 50 ribu orang di sebuah stadion sepakbola di Rice University di Houston, Texas. Pidato itu kemudian terus diingat sebagai sebuah tonggak sejarah Amerika Serikat, yang mampu menggerakkan seluruh negeri untuk bergerak bersama, mengejar ketertinggalan.

Peringati 50 Tahun Pendaratan Manusia Di Bulan

Source: successify.net

“Kita memilih untuk pergi ke bulan. Kita memilih untuk pergi ke bulan di dekade ini , dan juga melakukan banyak hal lain, bukan karena itu (pergi ke bulan) adalah hal yang mudah dilakukan, namun justru karena hal tersebut sulit dilakukan. Karena untuk bisa mencapai tujuan itu,bangsa kita harus mampu mengerahkan segenap daya, upaya, dan seluruh keahlian kita, sebuah tantantan besar yang kita sudah sepakat menerimanya, dan tidak menundanya, dan tekad kita itu menang.”

Tujuh tahun setelah pidato menggetarkan itu, tepatnya 20 Juli 1969, astronot-astronot Apollo 11 yakni Neil Amstrong dan Buzz Aldrin memenuhi visi Kennedy, mendarat di permukaan bulan, dan kembali ke bumi dengan selamat 4 hari kemudian.

Peringati 50 Tahun Pendaratan Manusia Di Bulan

Source: mirror.co.uk

Pendaratan Amstrong, Aldrin, dan Collins di permukaan bulan pada 20 Juli 1969 membuka jalan bagi eksplorasi ruang angkasa di masa depan dan membuka pintu bagi keingintahuan dan penemuan yang tak terbatas oleh umat manusia. Peringatan 50 tahun misi Apollo 11 melambangkan bagaimana segala sesuatu mungkin terjadi dan bisa dilakukan. Segalanya menjadi mungkin jika semuanya bergerak, bekerja, dan memainkan perannya, serta maju bersama-sama.

Bagaimana dengan negara kita? Kalau Indonesia punya mimpi besar untuk bisa mendaratkan anak-anak bangsanya di bulan, pasti nggak mustahil bisa terwujud. (YPH/HL)