Yang Penting Heppiii. Bukan ke Jogja namanya kalau belum mengunjungi candi-candinya, karena banyak banget situs candi bertebaran di beberapa titik di Jogja. Dan seperti kita tahu, wisata candi di Jogja merupakan salah satu destinasi favorit di kalangan wisatawan. Mulai yang paling dikenal orang yaitu Candi Prambanan, Candi Ratu Boko, Candi Ijo, Candi Barong, Candi Sambisari sampai candi-candi kecil yang belum terlalu diekspos tapi nggak kalah menarik.

Source: travel.kompas.com
Diantara candi-candi eksotik di Jogja, Candi Sambisari cukup menarik perhatian. Letak Candi Sambisari ada di Dusun Sambisari, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Lokasinya nggak jauh kok dari Kota Jogja dengan jarak sekitar 12 kilometer dan waktu tempuh kurang-lebih setengah jam.
Yang unik dari Candi Sambisari adalah, nggak kaya kebanyakan candi lainnya, Candi Sambisari terletak 6,5 meter di bawah permukaan tanah. Jadi bisa dibayangin ya, saat tiba di lokasi, kamu nggak akan bisa langsung melihat bangunan candi, baru setelah jalan beberapa meter kamu seperti dibawa ke masa lalu hanya dengan melihat keindahannya. Itu karena bangunan candi ada di bawah cekungan yang dikelilingi oleh taman hijau dengan pintu masuk dari keempat penjuru mata angin.

Source: travel.kompas.com
Jadi ceritanya, Candi Sambisari ini sempat terkubur selama ratusan tahun, kemungkinan besar akibat letusan Gunung Merapi yang dahsyat di awal abad ke-11. Dan pada tahun 1986 lalu, seorang petani secara nggak sengaja menemukan Candi Sambisari saat mencangkul sawahnya. Usai ditemukan, Candi Sambisari dipugar dan dibuka untuk umum. Nama dusun tempat ditemukannya kemudian disematkan ke candi ini.

Source: coretanpetualang.worpress.com
Jadi kalau pas ke Jogja jangan lupa mampir ke Candi Sambisari ya. Sebaiknya kamu datang di pagi atau sore hari, biar nggak kepanasan, karena di lokasi candi nggak ada pohon sama sekali. Tapi biarpun demikian, nggak nyesel kok datang kemari, spot fotonya keren-keren, oke banget buat ngisi feed di Instagram. Sambil wisata, kita belajar budaya, masih dapat bonus foto dengan pemandangan luar biasa. Kurang apa coba? (YPH/HL)