Yang Penting Heppiii. Pernah membayangkan kegiatan menjual sampah plastik dan dibayarkan dengan emas? Kegiatan ini benar terjadi di Banyuwangi, tepatnya bernama “Bank Sampah” di obyek wisata Pulau Merah. Di bank sampah tersebut, masyarakat bisa mengkonversi sampah yang dikumpulkan menjadi emas. Bank Sampah bertujuan untuk mendorong masyarakat menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat karena masyarakat sudah diberikan pengetahuan mengenai pengelolaan sampah. Bagaimana sih caranya?

Sampah Plastik Seharga Emas

Prosesnya dimulai dari pemilahan sampah organik dan anorganik. Sampah yang sudah dikumpulkan akan melalui proses penyetoran, penimbangan, perhitungan, dan penimbangan ke tabungan emas. Nantinya, setiap sampah yang disetorkan warga di program Clean and Gold akan dikonversikan dengan emas. Warga pun akan mendapatkan buku tabungan dan jumlah saldonya akan ditulis dalam jumlah gram emas.

Sampah Plastik Seharga Emas

Semakin banyak volume sampah yang dikumpulkan, pastinya akan semakin tinggi emas yang didapatkan. Pemilik tabungan bisa menjual emas yang ada di tabungannya apabila sudah mencapai satu gram atau bisa mencetaknya dalam bentuk emas batangan apabila sudah mencapai lima gram. Program ini harapannya bisa memberikan dampak dari sisi ekonomi dan lingkungan, selain masyarakat bisa menabung dalam bentuk uang, mereka juga bisa menjaga kebersihan untuk meningkatkan kesehatan disekitar Banyuwangi. Wah, apakah kamu tertarik menerapkan ini didaerahmu? Siapa tahu bisa mengumpulkan emas untuk masa depan! (YPH/AP)