Yang Penting Heppiii. Saat melakukan ekspedisi ke bagian terdalam bumi, tentu semua berharap bisa menemukan hal-hal indah, seperti spesies-spesies baru atau pemandangan laut yang menakjubkan. Tapi hal itu nggak dialami oleh seorang penjelajah bawah laut Amerika, yang melakukan ekspedisi ke Palung Mariana, Victor Vescovo.

Palung Mariana Sampah Plastik

Source: kompas.com

Vescovo melakukan penjelajahan sedalam 10.928 meter ke dasar Challenger Deep, ujung selatan Palung Mariana di Samudera Pasifik. Dalam ekspedisi ini, Vescovo menjadi bagian dari Ekspedisi Five Deeps. Ekspedisi Five Deeps adalah perjalanan dokumenter ke bagian terdalam bumi. Misi Five Deeps adalah untuk melakukan misi pemetaan sonar yang terperinci di lima tempat terdalam di lautan dunia.

Dalam ekpedisi yang memakan waktu 4 jam untuk sampai ke dasar palung ini, Vescovo memang menemukan empat jenis spesies baru yang membuatnya sangat bahagia. Tapi nggak butuh waktu lama untuk kebahagiaan tersebut menjadi sirna. Selain spesies baru, ternyata Vescovo juga menemukan sampah plastik.

Palung Mariana Sampah Plastik

Source: techno.okezone.com

Gimana nggak sedih guys, bahkan di kedalaman 19.928 perut bumi sudah terpapar sampah plastik. "Amat mengecewakan melihat kontaminasi manusia di titik terdalam lautan ini," kata Vescovo dalam sebuah wawancara. Vescovo menggambarkan bahwa di dasar palung ada sebuah kantong plastik dan bungkusan permen. Sampah plastik telah sampai di titik terdalam bumi.

Palung Mariana Sampah Plastik

Source: travel.tribunnews.com

Ini jadi peringatan buat kita semua guys. Kalau sampai bagian terdalam bumi sudah terkontaminasi sampah, maka bumi kita sudah dalam krisis dong. Apa jadinya di tahun-tahun mendatang, kalau sekarang aja bumi udah rusak berat. Yuk, jangan biarkan hal itu terjadi, dengan disiplin nggak buang sampah sembarangan, terutama di laut. We can do it. (YPH/HL)