Yang Penting Heppiii. Wisata Edukasi Kampung Coklat merupakan sebuah area wisata edukasi keluarga yang berlokasi di Jl. Banteng - Blorok No. 18, Desa Plosorejo, RT. 01 / 06, Kademangan, Plosorejo, Kademangan, Blitar, Jawa Timur. Selain berwisata kuliner coklat, di Kampung Coklat  pengunjung juga diajarkan bagaimana membudidayakan tanaman kakao dari mulai menanam biji kakao hingga mengolah biji kakao menjadi berbagai produk olahan coklat yang bisa dinikmati.

Sejarah Wisata Edukasi Kampung Coklat

Source: edwardfernando.com

Dengan fasilitas yang tersedia berupa kebun budidaya kakao, outlet olahan coklat, kolam terapi ikan, kolam perahu, panggung hiburan saat weekand dan cooking class bagi pengunjung yang ingin belajar membuat olahan coklat, harga tiket masuk sebesar lima ribu rupiah sangatlah murah.

Pemilik usaha Kampung Coklat ini adalah Kholid Mustofa. Sebelum punya Kampung Coklat, Pak Kholid sudah merasakan jatuh bangunnya merintis sebuah usaha. Tapi ia nggak pernah menyerah, sampe akhirnya Kampung Coklat ini berdiri dan berkembang pesat. Berikut fase-fase berdirinya Kampung Coklat hingga dikenal sampai di seluruh Indonesia:

Sejarah Wisata Edukasi Kampung Coklat

Source: agroindustri.id

2004

Berawal dari kegagalan ternak Ayam petelur akibat wabah Virus Flu Burung pada tahun 2004 itu, Kholid Mustofa mulai menekuni budidaya Kakao milik kebun keluarganya yang sudah ada sejak tahun 2000. Di tahun itu, harga Kakao sudah lumayan mahal. Waktu itu satu kilo kakao kering dihargai Rp. 9000. Dari situlah titik balik dari kegagalan yang pernah dialaminya itu. Dari usaha kakaonya itulah jadi motivasi untuk mendalami budidaya kakao dengan magang di Ptpn XII Blitar dan dilanjutkan di Puslit Koka Jember.

2005

Bermodal dari pengalaman magang itu menjadi bekal menggerakan untuk membudidayakan kakao lebih masif lagi. Hal itu dibuktikan dengan membuat pembibitan kakao sebanyak 75.000 di tahun 2005. Bibit coklat yang dibuat itu kemudian disalurkan kepada para petani lainnya, baik di Blitar maupun daerah lainnya.

2007

Program gerakan kakao itu yang digagas Pak Kholid itu terbukti sukses. Terlihat dari pesatnya perkembangan bibit coklat yang berada di desa tersebut. Yang nggak kalah penting adalah nggak hanya bidang budidaya pembibitan yang azas keterbukaan kepada petani saja, perdagangan biji kakao juga semakin meningkat.

 

Tentu, berkembang dan meningkatnya program gerakan kakao tersebut tidak luput dari pengetahuan dan wawasan Pak Kholid Mustofa yang didapatkan dari beberapa referensi dalam bidang perkakaoan di Perpustakaan Proklamator Bung Karno Blitar (Perpustakaan Nasional Republik Indonesia).

Keberhasilan dalam menggerakan program tanam kakao itulah Pak Kholid mendapat kepercayaan untuk memasok biji Kakao ke pabrik Cokelat lain. Di tahun 2007 hingga saat ini nggak kurang dari 15 ton/hari biji Kakao kering dikirim dari Kampung Coklat ini ke dalam maupun luar negeri.

2010

Melihat dari potensi kebun kakao ini, di tahun 2000 terdapat kebun coklat yang mulai besar. Dengan kumpulan tanaman coklat yang tumbuh subur, jadi potensi untuk membuat makanan ringan yang terbuat dari tanaman coklat kemudian dikemas dengan baik. Produk kemasan itu lalu dipasarkan di swalayan kampung coklat dengan harga yang terjangkau.

2013

Berangkat dari keyakinan akan masa depan kakao Indonesia lebih baik, keinginan kuat untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, dimulailah produksi Cokelat ini. Cokelat dengan kemurnian Kakao dan citarasa khas Indonesia.

2014

Wisata Edukasi Kampung Coklat berdiri dengan spirit membangun perekonomian Indonesia. Mengekpresikan rasa syukur dengan berbagi ilmu dan kemanfaatan demi cita cita dari Kampung Coklat untuk Republik Of Chocolate di Indonesia.

Kampung Coklat pun semakin berkembang dengan berbagai fasilitasnya sekarang. (YPH/HL)

Source