Yang Penting Heppiii. Jepang sekali lagi menunjukkan dirinya sebagai negara maju. Penemuan terbarunya terdiri dari surat kabar yang terbuat dari kertas daur ulang dan sayuran yang bisa kamu tanam setelah selesai membacanya. Benda ini disebut "Surat Kabar Hijau" dan ditemukan oleh penerbit harian Jepang yang terkenal, The Mainichi Shimbunsha.

Surat Kabar Hijau

Source: lifegate.com

Kertas yang bisa ditanam sudah ada di pasaran selama beberapa tahun dan merupakan campuran kertas daur ulang, air dan bunga kecil atau biji herbal (dapat juga dengan mudah dibuat di rumah). Dan itu dapat digunakan kembali dengan cara yang kreatif: setelah kamu selesai menggunakannya, jangan membuangnya, melainkan merobeknya menjadi potongan-potongan kecil, menanam dan menyiramnya dan dalam beberapa minggu kamu tiba-tiba akan punya tanaman dan bunga.

Surat Kabar Hijau

Source: lifegate.com

Gagasan ini disusun oleh Dentsu Inc, salah satu agen periklanan terbesar di Jepang, yang bekerja dengan "The Mainichi". Surat kabar hijau bukanlah inisiatif berkelanjutan pertama yang dilakukan oleh harian Jepang. Komitmennya terhadap perlindungan lingkungan sudah terkenal berkat kampanye iklan sebelumnya tentang donasi air untuk populasi yang menderita kehausan. "Mainichi nggak hanya mengambil tindakan melalui informasi, tetapi juga dengan menyelesaikan masalah global".

Surat Kabar Hijau

Source: lifegate.com

Surat kabar ramah lingkungan itu telah sukses besar, sirkulasi lebih dari empat juta kopi per hari di seluruh negeri dan pendapatan sekitar delapan puluh juta yen, setara dengan lebih dari $ 700.000 atau hampir 10 miliar rupiah. Inisiatif ini juga melibatkan sekolah, untuk meningkatkan kesadaran anak-anak tentang masalah lingkungan dan mengajarkan mereka pentingnya daur ulang. Karena untuk mengurangi emisi CO2 yang dihasilkan oleh sistem pembuangan limbah tradisional, kita harus mendaur ulang bahan limbah, dan kertas semuanya.

Surat Kabar Hijau

Source: lifegate.com

Semoga penemuan hebat ini bisa menginspirasi negara lain termasuk Indonesia. Biar nggak ada lagi pemakaian kertas yang terbuang sia-sia. (YPH/HL)