Yang Penting Heppiii. Berkembangnya teknologi, ternyata berpengaruh pada kebiasaan seseorang. Contoh paling nyata adalah kebiasaan makan. Sekarang ini, ada kebiasaan baru yang mewabah di kalangan masyarakat hampir di seluruh dunia. Yaps, bener banget, kebiasaan foto makanan sebelum disantap. Karena pengaruh teknologi, banyak banget bermunculan telepon seluler yang nggak cuma berfungsi sebagai alat komunikasi, tapi punya berbagai macam fitur termasuk kamera yang memudahkan semua orang untuk memfoto apapun disekitarnya. Karena itu kebiasaan foto makanan menjadi semakin populer. Tapi coba perhatikan deh, ada beberapa hal yang nggak ganggu banget sih, tapi rasanya gimana gitu. Bener nggak ya, coba kita cek sama-sama.
Saat pengen punya foto sempura untuk di unggah di sosial media, kamu bakal butuh lebih dari satu jepretan foto yang tentunya butuh waktu sedikit lama. Dan karena kelamaan, nggak jarang, makanan jadi dingin atau nggak segar lagi.

Source: hipwee.com
Karena pengen cepet-cepet ngedit dan mengunggah foto di sosial media supaya momennya nggak basi, makannya jadi nggak konsen, dikit-dikit nge cek hp.

Source: nova.grid.id
Kalo makannya nggak sendirian, biasanya jadi suka diomelin karena terlalu sibuk sama gadget dan lupa dengan momen makan itu sendiri.

Source: hotelmilosantabarbara.com
Karena mulainya terakhir, selesainya juga terakhir, malah kadang jadi buru-buru dan nggak menikmati makanan, kan sayang ya.

Source: dianeyeo.com
Entah karena terlalu laper atau saking mengguggah selera makanannya, ada kalanya makanan langsung kamu sikat. Nyampe tengah-tengah makan, baru inget kalo belum difoto, trus baper dan bad mood sepanjang makan.

Source: hipwee.com
Dan yang paling parah nih, karena feed di sosial media udah terlanjur keisi sama makanan, mau nggak mau kamu harus terus update. Nggak jarang juga jadi memaksakan untuk bisa terus jajan di luar. Hmmm, nggak banget ya.

Source: handluggageonly.co.uk
Gimana, kamu ngerasain hal-hal di atas juga nggak? Intinya, hobi memfoto makanan boleh-boleh aja, selama nggak ganggu diri sendiri terlebih orang lain. Hidup cuma sekali bro, mending bener-bener dinikmati selagi bisa daripada harus sibuk sama dunia maya yang penuh kepalsuan. Hehehe setuju nggak? (YPH/HL)