Yang Penting Heppiii. Di Bali, sistem tata air yang digunakan untuk mengairi sawah mereka disebut dengan Subak. Bagi masyarakat Bali, Subak bukan hanya sekedar sistem irigasi, tetapi juga merupakan filososfi kehidupan bagi rakyat Bali sendiri. Dalam pandangan masyarakat Bali, Subak adalah cerminan langsung dari filosofi dalam agama Hindu Tri Hita Karana (tiga penyebab kebaikan), yang mempromosikan hubungan yang harmonis antara individu dengan alam semangat (parahyangan), dunia manusia (pawongan), dan alam (palemahan).

Subak, Harmonisasi Dan Warisan Budaya Dari Tanah Dewata

Source: infobudaya.net

Subak sendiri adalah kata yang berasal dari bahasa Bali. Kata tersebut pertama kali muncul dalam prasasti Pandak Bandung yang berangka tahun 1072 M. Kata subak tersebut mengacu kepada sebuah lembaga sosial dan keagamaan yang unik, mempunyai pengaturan tersendiri, asosiasi-asosiasi demokratis dari petani dalam mengatur penggunaan air irigasi untuk pertumbuhan padi.

Pembagian air dilakukan secara adil, segala masalah dibicarakan bersama, bahkan sampai penetapan waktu tanam dan jenis padinya. Sanksi terhadap segala bentuk pelanggaran akan ditentukan sendiri oleh warga melalui upacara yang dilakukan di pura. Harmonisasi kehidupan inilah yang menjadi kunci lestarinya budaya Subak.

Istimewanya, pada tanggal 29 Juni 2012 dalam sidang ke-36 Komite Warisan Dunia UNESCO di kota Saint Peterburg, Federasi Rusia, pengusulan Subak sebagai Warisan Budaya Dunia telah disetujui dan ditetapkan. Penetapan sebagai Warisan Budaya Dunia ini disambut baik oleh masyarakat dan pemerintah Bali. Sesuai dengan pengajuannya, Subak di Bali yang memiliki luas sekitar 20.000 ha terdiri atas subak yang berada di lima kabupaten, yaitu kabupaten Bangli, Gianyar, Badung, Buleleng, dan Tabanan.

Subak, Harmonisasi Dan Warisan Budaya Dari Tanah Dewata

Source: nenengteja.blogspot.com

Pengusulan untuk kategori ini cukup menarik karena  diperlukan penelitian mendalam melalui pendekatan multi disiplin ilmu seperti arkeologi, antropologi, arsitektur lansekap, geografi, ilmu lingkungan, dan beberapa ilmu terkait lainnya.

Ciri khas subak adalah suguhan pemandangan khas para petani yang mengerjakan sawah atau sembahyang di pura yang ada di tengah sawah sebelum memulai kegiatan, selain hawanya yang juga sangat sejuk. (YPH/HL)