Yang Penting Heppiii. Kalau ngomongin sekolah, hampir di seluruh daerah sama, datang ke sekolah, duduk di bangku sekolah ngelihat papan tulis dan belajar. Pulang ke rumah bawa PR dan datang keesokan harinya dengan rutinitas yang sama. Itu gambaran umum tentang sekolah kebanyakan, tapi ternyata ada beberapa sekolah spesial di dunia yang punya ‘aturan main’ sendiri, dan sedikit beda dari yang kita tahu. Kaya sekolah-sekolah di bawah ini. Cekidot.

Dongzhong Mid-Cave Primary School

Dari namanya, udah bisa kita tebak ya kalau sekolah ini berada di dalam gua. Letaknya di sebuah desa yang bergunung-gunung di provinsi Guizhou, China. Sekolah ini digagas pada tahun 1984 dengan 8 guru dan 186 siswa. Hebatnya, beberapa siswa rela menghabiskan waktu hingga enam jam setiap hari untuk pergi dan pulang dari sekolah dengan melewati medan yang sulit. Tapi sekolah ini kemudian ditutup oleh pemerintah China pada tahun 2007, karena mereka berpendapat bahwa masyarakat China bukanlah ‘manusia gua’.

Source: listverse.com

The Boat Schools Of Bangladesh

Dua kali setahun, Bangladesh mengalami banjir yang membuat jutaan warganya tidak memiliki akses terhadap air bersih, listrik, dan keperluan lainnya. Anak-anakpun jadi kesulitan bersekolah, dari situ tercetuslah ide untuk membuat fasilitas terapung, salah satunya adalah sekolah. Masing-masing sekolah ini bertenaga surya dan dilengkapi dengan komputer laptop, akses internet, dan perpustakaan kecil. Sekitar 70.000 anak-anak mendapat manfaat dari sekolah terapung didirikan pada tahun 2002. Keren banget yak.

Source: listverse.com

The Train Platform Schools Of India

Kapan pun Inderjit Khurana, seorang guru, naik kereta, ia selalu ketemu sama anak-anak pengemis, bukannya sekolah, mereka malah meminta-minta uang kepada para penumpang. Hal itulah yang menjadi pertimbangannya untuk mendirikan sekolah dalam kereta, karena ia berpikir anak-anak itu nggak bisa diperintah untuk pergi ke sekolah. Nggak tanggung-tanggung loh, ada 4.000 siswa yang bersekolah disini, kebanyakan dari mereka adalah anak-anak jalanan, pekerja anak, dan anak-anak dari keluarga miskin.

Source: edsys.in

Abo Elementary School, United States

Sekolah peninggalan masa Perang Dingin antara Amerika dan Uni Soviet ini berada di bawah tanah yang diatapnya terdapat taman bermain. Punya tiga pintu masuk yang terbuat dari baja seberat 800 kg, sekolah ini dilaporkan mampu menahan radiasi dan ledakan 20 megaton. Tapi kemudian sekolah ini ditutup pada tahun 1995 karena tingginya biaya perawatan. Sayang banget ya sebenernya.

Source: listverse.com

Gulu Elementary School

Gulu adalah desa terpencil yang terletak di pegunungan Hanyuan County, Provinsi Sichuan, China. Satu-satunya cara untuk pergi ke desa adalah melalui Jalan Luoma, yang dipenuhi dengan belokan zigzag, lorong-lorong sempit antara dinding batu, dan jembatan yang reyot. Menariknya, tersembunyi sebuah sekolah di desa ini. Sekolah tersebut telah ada sejak akhir 80-an dan dikelola oleh seorang guru tunggal bernama Shen Qijun.

Source: dramafever.com

Brooklyn Free School

Kalau nyari sekolah yang bebas, ini tempatnya. Sekolah ini nggak punya kurikulum, dan semua aturan dibuat oleh siswa! Brooklyn Free School dibagi menjadi dua. Sekolah atas untuk anak-anak berusia antara 11 dan 18, dan sekolah yang lebih rendah untuk siswa berusia antara 4 dan 11. Siswa boleh pilih kelas dan kegiatan apa yang mereka mau. Nggak ada tes, PR bahkan nilai. Diadakan pertemuan rutin setiap minggu untuk memutuskan bagaimana sekolah beroperasi, yang semuanya dilakukan oleh siswa, guru cuma sebagai moderator. Menurut kepala sekolah, sekolah mengharapkan setiap siswa untuk menemukan caranya sendiri.

Source: nyt.com

Witch School

Sekolah penyihir? Kenapa nggak. Di sekolah ini, ada 40.000 siswa ikut kursus online, ada juga yang ikut kelas secara langsung di gedung yang sebelumnya berlokasi di Roseville, Chicago. Sekarang, sekolah ini berlokasi di Salem, Massachusetts, kota yang lebih ramah pada para penyihir dan punya komunitas penyihir sendiri.

Source: listverse.com

Nggak nyangka juga ya kalau sekolah-sekolah kaya gitu ternyata ada, atau seenggaknya pernah ada. Kira-kira 2050 nanti sekolah jadi kaya apa ya. (YPH/HL)

Source