Yang Penting Heppiii. Modernisasi dan globalisasi sudah mewarnai kehidupan setiap orang di dunia ini, termasuk Indonesia. Tapi hal itu ngga jadi penghalang budaya di suku pedalaman yang ternyata masih menjunjung tinggi nilai adatnya. Lima suku pedalaman ini masih menanamkan budayanya yang kental dan bisa menjadi destinasi menarik liburan kamu selanjutnya! (YPH/AP)

  1. Suku Baduy

Source 

Suku asli nusantara yang berada di daerah Lebak, Banten ini memiliki jumlah populasi sekitar 5.000 orang. Suku ini sangat mengisolasi dirinya dari dunia luar, bahkan internet, foto, maupun pendidikan formal adalah hal yang tabu! Cara melihat kehidupan mereka adalah mengunjungi Kampung Wisata Suku Baduy di Desa Cibeo sekitar 40 km dari Rangkasbitung.

  1. Suku Mentawai

Source 

Mentawai adalah kepulauan yang eksotis dan diperkirakan sudah ada sejak ratusan ribu tahun silam. Sebagian kecil masyarakat ini memeluk agama Islam atau Kristen dan sisanya masih didominasi kepercayaan animisme dan dinamisme. Jika berkunjung ke Mentawai, kamu perlu untuk menyaksikan langsung kebudayaan dan kehidupan suku Mentawai.

  1. Suku Dani

Source 

Suku yang berasal dari Papua ini masih menghormati roh nenek moyangnya. Tradisi yang paling terkenal adalah tradisi potong jari yang dilakukan sebagai lambang kesedihan saat kehilangan anggota keluarga yang meninggal. Selain itu ada Festival Lembah Baliem Wamena yang diselenggarakan setiap Agustus.

  1. Suku Bajo, Buton

Source 

Suku primitif yang menghabiskan sepanjang usianya di laut. Mereka juga mendirikan perkampungan rumah apung, sekolah, ibadah, dan rajin untuk merawat air lautnya yang terlihat bersih dan jernih. Jika kamu tertarik dengan suku ini, ngga hanya belajar keseharian mereka, tapi juga berlayar dan menangkap ikan di tengah laut.

  1. Suku Dayak

Source 

Suku yang berasal dari Kalimantan ini memiliki tiga etnis yaitu Ngaju, Dusun Ma’anyan, dan Ot Danum. Hal yang menarik dari suku ini adalah kuburan panggung, upacara kematian, makam bejejer, maupun rumah betang yang bisa dihuni hingga 50 orang sekaligus.

Source