Yang Penting Heppiii. Tarian dari Indonesia memang terkenal sangat beragam dan memiliki keindahannya masing-masing. Salah satunya tarian yang dibawakan oleh Didik Nini Thowok. Saat itu ia sedang mempersembahkan pementasan yang berjudul Dua Wajah: Tradisi Peran di Istana dan Masyarakat. Penampilan dari Maestro tari Indonesia ini menghibur dan juga memberikan pengetahuan menarik tentang sejarah tarian Jawa Tengah khususnya Banyumas.

Didik Nini Thowok seringkali menghibur penonton dengan tarian lintas gender. Tarian itu adalah tarian yang mengharuskan penari memerankan karakter yang kebalikan dari jenis kelamin dirinya. Penampilan penari lintas gender ini pun dilengkapi dengan berbagai atribut perempuan seperti sanggul, kebaya, make up. Tapi di luar panggung, Didik tetaplah seorang laki-laki.

Tari lintas gender sudah menjadi bagian dari tradisi Indonesia dan dapat disaksikan dari Pawestren (Jawa Timur), Tari Bebancihan (Bali), Bissu (Sulawesi Selatan), Tari Topeng (Jawa Barat), hingga Randai (Sumatera Barat). Tarian tradisional ini berkembang di istana pada masa Hamengkubuwono VII (1877-1920) dan masih dilakukan hingga saat ini. Didik menyebutkan bahwa menari adalah salah satu upaya yang dilakukan untuk melestarikan tradisi nenek moyang. Tradisi tarian lintas gender sudah ada sejak lama, tapi belum banyak generasi muda yang tertarik untuk mempelajarinya. Siapa nih yang mau mencoba tarian lintas gender? (YPH/AP)