Yang Penting Heppiii. Pantai Parangkusumo di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Jogjakarta mendadak ramai dihari Minggu, 18 November kemarin. Disana sedang diadakan Festival Sate Klatak de Paris. Festival yang bertujuan membranding kuliner asli Bantul sekaligus mempromosikan Bantul di kancah nusantara dan dunia ini diikuti oleh 57 peserta.

Sate Klatak Parangkusumo

Source: travel.kompas.com

Bukan cuma rasa, tampilan di piring atau plating, juga menjadi penilaian tersendiri buat para juri. Kebayang dong, dilihat aja udah menggugah selera banget, apalagi dimakan. Wuih, lupa deh sama kolesterol. Emang sate klatak apaan yak?

Bagi yang belum tahu, sate klatak sebenarnya sama dengan sate-sate pada umumnya. Yang bikin beda, sate yang terbuat dari daging kambing ini bukan ditusuk pake bambu atau tusukan kayu, melainkan pake jeruji sepeda. Menurut masyarakat Bantul, jeruji sepeda bisa membuat daging lebih empuk saat dibakar, dan membuatnya panas lebih lama, jadi lebih nikmat saat disantap. Penyajian sate klatak ini pake kuah gule atau tengkleng, bukan sambal kacang atau saus kecap seperti sate pada umumnya. Jadi rasanya seger, gurih dan tentu saja enak.

Sate Klatak Parangkusumo

Source: food.detik.com

Untuk nama klatak sendiri, ternyata sederhana aja, dulu sate klatak ini cuma dibumbui garam. Pas dibakar, garam itulah yang menghasilkan bunyi ‘klatak..klatak’, nah sejak itulah nama sate klatak mulai digunakan.

Sate Klatak Parangkusumo

Source: kanaljogja.id

Mengingat sate klatak ini sudah menjadi salah satu ikon kuliner Jogjakarta, diharapkan event seperti ini mampu mengangkat nama Bantul juga biar lebih dikenal masyarakat luas. Karena kan wisata dan kuliner adalah satu kesatuan yang nggak bisa dipisahkan. Bantul apik tenan! (YPH/HL)