Yang Penting Heppiii. Sejak kecil pasti kamu selalu diingatkan oleh ibu untuk merapikan kamar ataupun barang yang sudah dipakai. Harus merapikan mainan ketika selesai bermain atau tidak boleh membuat berantakan ruangan terutama ruang tamu. Ngga cuma di rumah, tapi di sekolah juga sering mendapat peringatan dari guru. Hal itu membuat kamu dicekoki dengan kebiasaan teroganisir sejak kecil dan hal itu adalah kunci menuju kesuksesan. Sementara kalau kamu yang berantakan adalah hal yang tidak baik dan cenderung berantakan.

Pastinya buat kamu yang sering memberantaki ruangan, mengikuti aturan-aturan tersebut sulit. Contohnya, masih banyak bungkus snack di lantai, atau kaus kaki bersembunyi, atapun baju bekas ganti yang masih ada di atas kursi. Tekanan untuk selalu menjaga kerapihan di kamar pasti akan selalu dilawan dan membuat kamarmu menjadi lebih berantakan. Nah kamu perlu mengetahui dulu nih penelitian dari University of Minnesota yang ternyata mendukung sisi hidup orang berantakan. Wah apa nih hasil penelitiannya?

Pakar psikologi dari University of Minnesota, Kathlen Vohs, mengatakan bahwa kamar yang berantakan bisa membuktikan kalau pemiliknya adalah orang yang memiliki pola pikir kreatif dan ada bukti ilmiahnya juga! Berpikir kreatif adalah bentuk pikiran yang melenceng dari kebiasaan dan keteraturan yang ada. Pola pikir kreatif selalu berada di luar lingkungan yang selama ini menaungimu, sebut saja seperti “think out of the box”.

Contoh tokoh terkenal yang mejanya berantakan adalah Albert Einstein. Meja Albert Einstein sangat berantakan dan bisa membuat orang yang melihatnya langsung pusing. Tapi hal itu yang justru membuatnya bisa berpikir kreatif karena bisa menemukan teori yang masih berlaku hingga saat ini. Selain itu Steve Jobs juga terkenal denga nisi mejanya yang selalu berantakan bahkan sampai tidak tersedianya tempat duduk bagi tamu. Tapi hasil karyanya bisa membuat Ipod, Iphone, dan Mac. Ada yang mau membuktikan kebenaran teori ini? Coba dulu gaes! (YPH/AP)