Yang Penting Heppiii. Saat ini, terkait semakin meluasnya pandemi virus corona, rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya di berbagai daerah melaporkan kelangkaan Alat Pelindung Diri atau APD. Sedihnya, beberapa tenaga medis bahkan dilaporkan terpaksa menggunakan barang pengganti seperti jas hujan dan masker kain. Padahal kita semua tahu betapa pentingnya APD bagi para tenaga medis.

Kelompok Difabel Sleman

Source: detik.com

Kabar baiknya guys, saat ketersediaan makin langka, para penyandang tuna grahita di kawasan Sleman mendapatkan pesanan untuk membuat APD. Pesanan APD itu diterima Ismanto dan sembilan orang penyandang tuna grahita. Pakaian khusus itu dipesan oleh RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.

Lokasi pembuatannya APD Dusun Tonggalan, Desa Wedomartani, Kecamatan Ngemplak, Sleman. Pihak RS memesan sebanyak 800 APD, yang semua bahannya disediakan oleh pihak PKU, jadi mereka hanya menyediakan jasa menjahit saja.

Yang patut diacungi jempol adalah proses pengerjaan yang nggak dilakukan dalam satu tempat. Masing-masing orang punya tugas berbeda, seperti memotong kain, membuat pola dan ada yang menjahit. Setelah semua jadi, barulah diambil dan di finishing di Rejodani, Ngaglik. Meskipun begitu, pembuatan APD ini nggak asal-asalan guys, ada sampel persis yang dijadikan standar rumah sakit. Selain itu, proses pengerjaan juga disupervisi oleh dokter dari PKU. Nggak lupa juga, pada proses pengerjaan, para penjahit menggunakan masker, dan ada jarak.

Kelompok Difabel Sleman

Source: detik.com

Dalam satu hari masing-masing penjahit dapat mengerjakan sampai 7 pakaian APD. Untuk satu APD yang selesai dijahit masing-masing penjahit mendapat ongkos Rp 25 ribu. Setelah proses jahit selesai langsung packing dan kirim.

Untuk saat ini, APD yang dia buat masih belum diperjualbelikan secara bebas. Rencananya ke depan APD tersebut akan diproduksi massal. Semoga produksi seperti ini menginspirasi daerah-daerah lain untuk melakukan hal serupa. Paling penting tetap sehat dan positif ya guys. (YPH/HL)