Yang Penting Heppiii. Suka nonton film kaya The Lord of the Rings atau The Hobbit? Setuju dong kalo lokasinya keren banget. Proses syuting memang dilakukan di Selandia Baru yang terkenal dengan pemandangan alamnya yang sangat indah.

Source: kompas.com
Nah, kalo pengen ngerasain sensasi menyusuri hutan-hutan kaya di film-film tadi masa harus ke Selandia Baru? Jauh dan pasti butuh banyak uang dong. Kabar baik guys, ternyata kamu nggak perlu jauh-jauh ke sana kok, di Indonesia tepatnya Banyuwangi, kamu juga bisa ngerasain sensasi serupa.
Yaps, kira-kira 45 kilometer dari pusat kota Banyuwangi, tepatnya di Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, ada hutan De Djawatan yang indah. Kawasan hutan milik Perhutani yang dikelola bersama Dinas Pariwisata Kabupaten Banyuwangi ini memang ditujukan untuk wisata guys, udah ada semacam jalan setapak yang memudahkan wisatawan berjalan-jalan disekitar hutan.

Source: kompas.com
Hutan seluas enam hektar ini dulunya merupakan tempat penimbunan kayu jati. Karena itu, meskipun banyak ditumbuhi pohon trembesi, di area hutan ini juga ditumbuhi pohon jati di area pinggir sungai. Usia pohon trembesi itu sendiri udah mencapai puluhan tahun loh, bahkan ada yang lebih dari 100 tahun! Wah luar biasa ya.
Pohon yang berasal dari Amerika Tengah dan Selatan dengan nama ilmiah Samanea saman ini sudah dikenal luas di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Selain punya bentuk menyerupai payung di bagian atas, pohon ini juga punya keunikan lain. Daun tumbuhan trembesi ini akan melipat saat hujan dan saat malam hari tiba. Makanya, di Malaysia tumbuhan ini disebut tumbuhan 'pukul lima'.

Source: banyuwangi.merdeka.com
Untuk mencapai lokasi ini nggak susah kok, bisa dengan naik kereta api dan turun di stasiun Rogojampi atau Stasiun Banyuwangi lalu naik becak sampai ke daerah Benculuk. Kalo turun di Stasiun Banyuwangi, kamu harus menumpang angkutan umum ke Terminal Karangente yang melewati desa Benculuk.
Jadi jangan ragu ya masukin destinasi hutan De Djawatan ke dalam daftar tempat yang harus kamu kunjungi. Dijamin nggak nyesel, kamu bisa berpura-pura berada di dalam film. Seru! Jangan lupa foto ya. (YPH/HL)