Yang Penting Heppiii. Sebagai kota wisata, Malang emang nggak pernah berhenti bikin terobosan untuk menarik minat wisatawan. Buat kamu yang punya rencana berwisata ke kota Malang, nggak lama lagi kamu bakal dimanjakan dengan suguhan baru yaitu kampung heritage khusus untuk turis yang gemar akan nuansa tempo dulu.

Kampung Heritage

Source: ongistravel.com

Wisata ini memadukan kawasan Malioboro di Yogyakarta dan Braga di Bandung, tapi tetap dengan sentuhan khas Malangnya. Letaknya, kata Wali Kota Malang Sutiaji, berada di Kampung Kayutangan yaitu disepanjang Jalan Basuki Rahmad. Wisata heritage sendiri merupakan perjalanan yang dikemas dengan mengunjungi tempat yang dianggap mempunyai sejarah dan tradisi yang penting bagi daerah itu.

Selain udah berjejer rumah dan bangunan dengan arsitektur kuno, Kayutangan juga masih punya pasar "krempyeng" yang beroperasi di tengah-tengah kampung. Ada juga sungai yang membelah Kampung Kayutangan, jadi syarat-syarat untuk jadi sebuah kawasan heritage sudah terpenuhi. Dan bukan omong kosong, tahapan untuk menyulap Kayutangan jadi kawasan wisata heritage akan dimulai tahun ini! Harapannya diakhir tahun udah bisa dinikmati masyarakat dan wisatawan.

Kampung Heritage

Source: travel.kompas.com

Nantinya, akan ada beberapa titik yang akan ditonjolkan bangunan heritagenya, yakni di depan kantor PLN Kota Malang, titik kedua di depan Rajabaly, dan titik terakhir di depan kantor Telkom Kota Malang atau monumen patung Chairil Anwar.

Nggak cuma itu, untuk mendukung kawasan wisata heritage Kayutangan tersebut, juga akan dilakukan pelebaran trotoar sekitar 4 meter dari sisi kiri ke kanan yang nantinya berfungsi sebagai pedestrian. Jadi pejalan kaki bisa menikmati suasana masa lalu dengan tenang, tanpa khawatir dengan kendaraan yang berlalu-lalang.

Kampung Heritage

Source: malangtoday.net

Dulunya, Kayutangan merupakan hutan. Lalu pepohonan ini dibuka menjadi jalan setapak dari arah utara ke selatan. Pada awal 1800-an, jalan setapak itu diperbesar setelah pasukan Belanda memasuki Kota Malang, selanjutnya Belanda membuka kampung atau tempat tinggal di sepanjang kawasan Kayutangan. Benar-benar syarat akan sejarah ya. Pastinya makin nggak sabar dong buat cepet-cepet menikmati kampung heritage di Malang. (YPH/HL)