Yang Penting Heppiii. Hillary Yip Ying, jelas bukan seorang gadis 13 tahun biasa. Selain datang ke sekolah dan selamat dari tuntutan akademik yang melelahkan setiap hari, siswa kelas 7 ini juga menjalankan bisnisnya sendiri. Wah menarik bukan?

Source: bannigan.com
Tumbuh di era teknologi, gadis asal Hongkong ini, seperti banyak anak lain, memahami sepenuhnya betapa pentingnya mengimbangi inovasi dan transformasi digital. Hal itulah yang mendorongnya untuk meluncurkan aplikasi pembelajaran bahasa online bernama MinorMynas pada usia 10 tahun.
MinorMynas diusungnya pada musim panas 2015 ketika Yip belajar bahasa Mandarin di Taiwan. Menurutnya, bahasa Mandarinnya sangat buruk saat ia pertama kali pindah ke China untuk pertukaran pelajar, tapi semakin berkembang saat ia berada disana. Hal itulah yang sangat melekat pada Yip, dan mengantarnya pada MinorMynas. Pertanyaannya, apa sih MinorMynas?

Source: am1470.com
MinorMynas adalah platform pendidikan online yang membantu anak-anak dari segala usia untuk belajar bahasa lain melalui obrolan live video ke anak-anak seusia mereka. Menurut Yip, melalui interaksi langsung, anak-anak bisa terlibat dalam percakapan untuk saling belajar bahasa yang bukan bahasa ibu. Selain itu, anak-anak juga bisa saling bertukar budaya untuk dipelajari bersama-sama.
Dengan ide cemerlangnya, Yip berhasil memenangkan AIA Emerging Entrepreneur Challenge pada 2015. Idenya itu juga berhasil menarik perhatian pengembang hingga membuat mereka merealisasikannya menjadi sebuah aplikasi. Yip juga berencana untuk memperluas interaktivitas aplikasi untuk mencakup lebih banyak platform digital.

Source: linetoday
Menurut Yip, orang dewasa kan enak, punya akses ke semua jenis media sosial dan nggak sulit untuk berbicara dengan orang lain secara online. Tapi buat anak-anak, mereka nggak punya apa-apa. Mereka terjebak dengan teman sekolah dan cuma bisa online saat bermain video game. Tentu saja itu nggak aman, maka harapan Yip, dengan adanya MinorMynas, anak-anak jadi punya fasilitas untuk “bergaul” secara aman dengan dunia luar.
Dengan aplikasi ini, Yip ingin memberi tahu anak-anak dan orang tua bahwa sekolah bukanlah satu-satunya cara untuk mendidik dan terkadang kamu cuma perlu mengikuti jalanmu sendiri, percaya pada apa yang kamu lakukan. Berinteraksi langsung adalah salah satu jalannya, jadi nggak melulu membaca buku terus menerus.

Source: dewiKu.com
Wah, pemikiran yang sangat besar ya untuk anak seusia Yip. Keren abis sih ini. Nggak heran kalau aplikasi tersebut yang walaupun hanya tersedia di iOS, telah diunduh sebanyak 40 ribu kali di 50 negara! (YPH/HL)