Yang Penting Heppiii. Ngomongin aset Indonesia, mulai alam sampai flora dan fauna, emang nggak ada abisnya. Karena nusantara kita tercinta ini punya jutaan kekayaan alam yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Termasuk dengan salah satu faunanya yaitu ikan Arwana. Ikan yang juga jadi simbol kemapanan karena harganya yang relatif stabil di angka tinggi ini memang punya daya tarik tersendiri.

Source: tipsbudidayamaskoki.blogspot.com
Nggak cuma populer di kalangan para pencinta ikan hias di Indonesia, ikan Arwana juga terkenal sampai ke manca negara, lho. Tubuhnya yang memanjang, ramping, dan stream-line, dengan gerakan berenangnya yang amat anggun, membuat ikan ini banyak sekali diincar oleh penggemarnya.
Proses pengembangbiakan ikan Arwana juga tergolong cukup unik dan filosofis, guys. Arwana betina tugasnya cuma bertelur. Kemudian, induk jantan memeram dan memelihara telur-telur itu di dalam mulut selama 40 hingga 50 hari sampai menetas. Jadi butuh kerjasama yang apik oleh pasangan untuk bisa merawat anak-anak mereka dengan baik.
Sangat pantas juga kalau Arwana ditahbiskan menjadi Pride of Indonesia - ikan hias kebanggaan nasional, karena satwa air eksotik ini mampu mampu bersaing dengan ikan hias populer yang dikembangkan di luar negeri seperti koi, mas koki dan louhan.

Source: rumahakuarium.blogspot.com
Arwana super red yang merupakan penghuni asli hulu Sungai Kapuas di Kalimantan Barat ini, adalah varian terbaik sekaligus termahal dari semua keluarga Arwana yang tersebar di seluruh dunia. Satwa ini juga termasuk satwa dilindungi dan masuk dalam daftar CITES (Convention of International Trade on Endanger Species of Flora & Fauna) karena ketersediaannya di alam sangat terbatas.
Seperti tertuang dalam Kepres No. 43 tahun 1978, Lembar Negara No. 51 tahun 1978 yang menjelaskan hewan yang dilindungi di Pulau Kalimantan dan Sumatera, jenis ikannya terdiri dari arwana Super Red, Golden Red, Banjar Red, arwana jenis Green (hijau), serta satu-satunya ikan arwana jenis Super Red hanya ditemukan di TNBK dan Sungai Kapuas.

Source: goodnewsfromindonesia.id
Untuk melestarikan jenis ikan inipun harus ada izin khusus. Selama ini Arwana super red telah dikembangbiakkan sejak lama di Pontianak dan bisa diperdagangkan secara legal. Syaratnya si ikan naga harus disertai sertifikat dan microchip yang tertanam dalam tubuhnya, sebagai penanda ikan hasil tangkaran.
Apresiasi tinggi dan tren memelihara Arwana asli Indonesia bahkan sudah lebih dulu berlangsung di mancanegara seperti Jepang, Thailand, China dan banyak negara-negara Eropa. Sayangnya, cukup banyak kalangan internasional yang belum tahu arowana berasal dari Indonesia.
Maka dari itu, Pemerintah dan asosiasi disarankan agar segera mematenkan ikan Arwana Super Red (Scleropages formosus) sebagai satwa endemik Taman Nasional Danau Sentarum dan Sungai Kapuas, Kalimantan Barat biar nggak ikut-ikutan diklaim sebagai satwa negara lain. (YPH/HL)