Yang Penting Heppiii. Pernah nyela temen karena badannya yang gendut, tubuhnya yang pendek, betisnya yang gede, dan lain sebagainya? Atau karena nggak suka sama tubuh sendiri, malah jadi ngatain diri sendiri? Hati-hati nya, disadari atau nggak, itu namanya body shaming. Nah pengertian simple body shaming adalah ngasih kritik, komentar, atau reaksi negatif mengenai seseorang atau diri sendiri karena kondisi fisiknya. Jadi inget-inget lagi deh, jangan-jangan kita yang merasa baik hati dan tidak sombong ini pernah melakukannya.

Source: republika.co.id
Jangan anggap remeh body shaming ya, karena ini termasuk masalah serius loh. Walaupun bercanda, efek dari body shaming ini sendiri cukup fatal, mulai dari hilangnya rasa percaya diri seseorang, stres, depresi bahkan bisa berujung keinginan untuk bunuh diri. Nggak lucu kan.
Karena seriusnya masalah ini, pelaku body shaming di media sosial bisa kena jerat hukum loh. Ancaman pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) UU ITE dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 750 juta! Kebayang nggak, udah nyakitin perasaan orang lain, berakhir di penjara pula! Sedih kan.

Source: grid.id
Buat menghindari body shaming, kamu bisa mulai dari dirimu sendiri. Kan semua manusia di muka bumi ini diciptakan berbeda ya, sodara kembar sekalipun, semua punya keunikan masing-masing, termasuk kondisi fisiknya. Jadi alangkah baiknya kalo kamu mulai belajar menerima dan mencintai tubuh sendiri dulu, lalu berhenti mencela orang lain.

Source: charlottenc.gov
Meskipun jerat hukum masih sebatas di media sosial, bakal jauh lebih baik kalau kamu juga berhenti meledek siapapun di kehidupan sehari-hari, guys. Masih banyak kok cara buat ngeramein grup Whatsapp atau bikin acara hangout jadi asyik tanpa harus jadiin kondisi fisik seseorang sebagai bahan becandaan. Seperti kata babang Bruno, “...cause you’re amazing, just the way you are.” (YPH/HL)