Yang Penting Heppiii. Setelah melalui proses panjang serangkaian penyelenggaraan Pemilu Presiden, sampai pada putusan MK yang menolak seluruh gugatan pasangan calon dengan nomor urut 2, Prabowo – Sandi beberapa hari lalu, seluruh warga Indonesia seperti merasa lega bahwa semuanya sudah berakhir. Seketika kelegaan merekapun tumpah ruah di dunia maya, hashtag #saatnyaberpelukan pun membanjiri linimasa Twitter.

Saatnyaberpelukan

Source: inet.detik.com

Wajar sih, karena berbulan-bulan lamanya, suhu panas mewarnai dunia politik Indonesia. Perdebatan karena perbedaan pendapat terjadi di sana sini. Bahkan grup Whatsapp keluarga pun terkena imbasnya.  Ya kan?

Pada kamis malam 27 Juni lalu, segera setelah MK menolak seluruh gugatan pasangan calon nomor urut 02, Prabowo memang mengutarakan kekecewaanya. Tapi ia juga menambahkan pihaknya tetap menghormati putusan dalam sidang MK tersebut. Prabowo juga menegaskan pendukungnya harus tetap tenang, penuh cita-cita mulia dalam kerangka damai, antikekerasan, dan setia pada Undang-Undang Dasar 1945.

Jokowi pun nggak ketinggalan menyuarakan pesan persatuan. "Saya mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bersatu kembali, bersama-sama membangun Indonesia, bersama-sama memajukan Indonesia, tanah air Indonesia," kata Jokowi.

Saatnyaberpelukan

Source: wartaekonomi.co.id

Pesan damai dari kubu kedua paslon tersebut sontak disambut sumringah oleh warganet. Nggak butuh waktu lama, tagar #SaatnyaBerpelukan pun jadi trending Kamis malam lalu.

"#SaatnyaBerpelukan. Love is amazing. Indonesia maju," kata seorang netizen, memunculkan serangkaian adegan Jokowi dan Prabowo saling rangkul.

"Selamat buat presiden kami Joko Widodo dan wakil presiden kami yang baru KH Ma'ruf Amin #SaatnyaBerpelukan #Indonesia," timpal warganet lain.

Saatnyaberpelukan

Source: merdeka.com

Akun lain mencuit dengan kalimat berbeda walaupun dalam tema serupa, "#SaatnyaBerpelukan ayo kita bersatu lagi dalam bingkai Nkri yang damai."

Sebuah akun Twitter juga memunculkan gambar Jokowi dan Prabowo yang sedang berbagi tawa lepas bersama-sama. Ia menambahkannya dengan tulisan, "Tak perlu lagi perang urat dan opini semua tetap Indonesia...."

Semoga ke depan Indonesia tetap damai dalam berdemokrasi dan bernegara. (YPH/HL)